Teringat malam itu, seorang adik
'mancigok-cigok' dari luar kamarku, ingin melihat apakah aku sedang sibuk atau
tidak. Aku melihatnya, lalu bertanya, "ada apa dek?", lalu ia memaksa
tampang manyunnya untuk tersenyum, "hm.. Kakak lagi sibuk kak? Saya mau curhat
kak.. Tapi kalau sibuk besok sajalah..", katanya lagi.
'Wah ada apa ini?', bisik hatiku. Tidak biasanya. Biasa kalau ada keperluan dia langsung masuk ke kamar ku, tanpa basi-basi. Bahkan sampai teriak-teriak mengekspresikan prasaannya itu.
'gak kok.. Kak gak sibuk, ada apa tu?', aku mencoba sedikit mengabaikan tugas-tugasku. Demi rasa penasaranku padanya.
'kakkk...', dia gugup ingin memulai pembicaraan. aku melihat ada sejuta rasa ragu hinggap di hatinya untuk memulai pembicaraan itu.
'haa.. Apa tu? Ceritalah sama kakak, gak apa-apa do..', aku mencoba meyakinkan hatinya.
'tapi kakak jangan marah yaa?', katanya lagi.
waduh.. Hatiku semakin penasaran. Ada apa sebenarnya.
'iyaa.. InsyaAllah kakak gak marah..', kataku lagi, mencoba menenangkan hatiku dan hatinya.
'kak.. Gini kak.. Udah hampir dua minggu ini ada seseorang yang suka tanya-tanya kabar saya, kasih perhatian, saya gak suka kak, risih. Terus kemana saya pergi dia tau aja. Kayaknya dia suka mata-matai saya kak, terus dia bilang dia mau ngelamar saya kalo udah selesai kuliah nanti. Kak.. Gimana ini kak? Saya takut..', jelasnya.
Gubrak.
Aku yang mendengarnya tak kalah takut. Syok.
'lalu..?', tanyaku. Mencoba untuk tenang.
'tulah kak.. Percuma rasanya ibadah saya, amal saya, terus berkecimpung di dakwah. Sana-sini niatnya dakwah, tapi ternyata saya gagal menjaga hijab. Dia berani mengatakan itu pada saya kak. Saya takut'. Terangnya lagi padaku.
'alhamdulillah..', ucapku ketika mendengar penjelasannya.
'kak gimana ini kak?', tanyanya lagi.
'kamu ada balas sms dia?', tanyaku.
'sesekali ada kak.. Tapi jarang', ungkapnya.
'katanya dia mau ngelamar kalau dia udah selesai kuliah?', tanyaku lagi.
'iya kak..', jawabnya singkat.
'kamu mau?', tanyaku mencoba mencari isi hatinya.
'gak kakk... Saya mau selesai kuliah dulu, mau kerja dulu.. Ndak mau do..', jawabnya lagi.
'kalau kamu gak mau, bilang sama dia, Jangan ganggu. Tapi kalau mau, ya sudah nikah saja langsung, kenapa mesti tunggu selesai kuliah. Kakak yakin kamu mengerti. Jangan berlarut-larut dalam masalah ini. Ini soal hati. Jadi kita meski harus berhati-hati..', jawabku sambil sedikit becanda mencairkan suasana.
'iya tu lah kak.. Saia takut', ujarnya lagi.
'ya sudah sms dia malam ini, hm.. Belum jam 9 kan?' Tanyaku lagi. Kami memiliki tradisi tidak meng-sms 'kaum seberang' jika sudah lewat jam 9 malam.
'belum kak..', jawabnya sambil melirik hape.
'ya sudah, sms saja dia, tegaskan sama dia cara yang sudah ditempuh ini salah'. Terangku lagi.
'iya kak, tadi dia sms lagi, tapi belum di balas. Dia nanya lagi ngapain'. Ungkapnya jujur.
'ya sudah balas sekarang, gak usah dijawab pertanyaan dia, langsung ke inti saja'. Kataku lagi.
'apa bilang kak?', tanya lagi.
Lalu kami berdua, mencari dan merangkai kata yang baik, agar tidak ada yang tersinggung dan salah paham.
Lama kami berfikir. Lalu setelah dirasa cukup, adikku dengan bismillah menekan tombol 'sent' di hapenya.
'alhamdulillah', ujarnya usai itu.
Aku tersenyum.
Lalu bercanda-canda dan tertawa.
Panjang aku memberi nasehat untuknya. Lalu tanpa sadar, kami berdua menangis. Bahagia karena berada dijalan ini.
(terimakasih Allah).
Terakhir, kuselipkan kata untuknya,
"adikqu jika benar dia mencintaimu karena Allah, maka ia akan membantumu menjaga hatimu dan hatinya. Dia akan menjagamu agar tidak larut dalam kemaksiatan, dengan tidak mengganggu hatimu. Dia akan menjemputmu dalam ijabkabul, bukan janji palsu. Dia takut pada Tuhan_Nya saja. Biarkan Allah memberi yang terbaik untuk kita'.
Aku tersenyum. Tersadar, angin apa yang membawa aku hingga begitu dewasa malam itu. Hehe..
(entahlah..).
semoga Allah selalu menuntun hati untuk senantiasa istiqomah dijalan_Nya. Sampai syahid menjemput.
Aamiin.
ibrohnya : wahai kaum adam, kaum hawa itu sangat lemah. Bantu mereka untuk menjaga hati dengan tidak mengganggu dan mengusik mereka. Jaga hati karena ada syurga menanti.
allahualambissawab.
'Wah ada apa ini?', bisik hatiku. Tidak biasanya. Biasa kalau ada keperluan dia langsung masuk ke kamar ku, tanpa basi-basi. Bahkan sampai teriak-teriak mengekspresikan prasaannya itu.
'gak kok.. Kak gak sibuk, ada apa tu?', aku mencoba sedikit mengabaikan tugas-tugasku. Demi rasa penasaranku padanya.
'kakkk...', dia gugup ingin memulai pembicaraan. aku melihat ada sejuta rasa ragu hinggap di hatinya untuk memulai pembicaraan itu.
'haa.. Apa tu? Ceritalah sama kakak, gak apa-apa do..', aku mencoba meyakinkan hatinya.
'tapi kakak jangan marah yaa?', katanya lagi.
waduh.. Hatiku semakin penasaran. Ada apa sebenarnya.
'iyaa.. InsyaAllah kakak gak marah..', kataku lagi, mencoba menenangkan hatiku dan hatinya.
'kak.. Gini kak.. Udah hampir dua minggu ini ada seseorang yang suka tanya-tanya kabar saya, kasih perhatian, saya gak suka kak, risih. Terus kemana saya pergi dia tau aja. Kayaknya dia suka mata-matai saya kak, terus dia bilang dia mau ngelamar saya kalo udah selesai kuliah nanti. Kak.. Gimana ini kak? Saya takut..', jelasnya.
Gubrak.
Aku yang mendengarnya tak kalah takut. Syok.
'lalu..?', tanyaku. Mencoba untuk tenang.
'tulah kak.. Percuma rasanya ibadah saya, amal saya, terus berkecimpung di dakwah. Sana-sini niatnya dakwah, tapi ternyata saya gagal menjaga hijab. Dia berani mengatakan itu pada saya kak. Saya takut'. Terangnya lagi padaku.
'alhamdulillah..', ucapku ketika mendengar penjelasannya.
'kak gimana ini kak?', tanyanya lagi.
'kamu ada balas sms dia?', tanyaku.
'sesekali ada kak.. Tapi jarang', ungkapnya.
'katanya dia mau ngelamar kalau dia udah selesai kuliah?', tanyaku lagi.
'iya kak..', jawabnya singkat.
'kamu mau?', tanyaku mencoba mencari isi hatinya.
'gak kakk... Saya mau selesai kuliah dulu, mau kerja dulu.. Ndak mau do..', jawabnya lagi.
'kalau kamu gak mau, bilang sama dia, Jangan ganggu. Tapi kalau mau, ya sudah nikah saja langsung, kenapa mesti tunggu selesai kuliah. Kakak yakin kamu mengerti. Jangan berlarut-larut dalam masalah ini. Ini soal hati. Jadi kita meski harus berhati-hati..', jawabku sambil sedikit becanda mencairkan suasana.
'iya tu lah kak.. Saia takut', ujarnya lagi.
'ya sudah sms dia malam ini, hm.. Belum jam 9 kan?' Tanyaku lagi. Kami memiliki tradisi tidak meng-sms 'kaum seberang' jika sudah lewat jam 9 malam.
'belum kak..', jawabnya sambil melirik hape.
'ya sudah, sms saja dia, tegaskan sama dia cara yang sudah ditempuh ini salah'. Terangku lagi.
'iya kak, tadi dia sms lagi, tapi belum di balas. Dia nanya lagi ngapain'. Ungkapnya jujur.
'ya sudah balas sekarang, gak usah dijawab pertanyaan dia, langsung ke inti saja'. Kataku lagi.
'apa bilang kak?', tanya lagi.
Lalu kami berdua, mencari dan merangkai kata yang baik, agar tidak ada yang tersinggung dan salah paham.
Lama kami berfikir. Lalu setelah dirasa cukup, adikku dengan bismillah menekan tombol 'sent' di hapenya.
'alhamdulillah', ujarnya usai itu.
Aku tersenyum.
Lalu bercanda-canda dan tertawa.
Panjang aku memberi nasehat untuknya. Lalu tanpa sadar, kami berdua menangis. Bahagia karena berada dijalan ini.
(terimakasih Allah).
Terakhir, kuselipkan kata untuknya,
"adikqu jika benar dia mencintaimu karena Allah, maka ia akan membantumu menjaga hatimu dan hatinya. Dia akan menjagamu agar tidak larut dalam kemaksiatan, dengan tidak mengganggu hatimu. Dia akan menjemputmu dalam ijabkabul, bukan janji palsu. Dia takut pada Tuhan_Nya saja. Biarkan Allah memberi yang terbaik untuk kita'.
Aku tersenyum. Tersadar, angin apa yang membawa aku hingga begitu dewasa malam itu. Hehe..
(entahlah..).
semoga Allah selalu menuntun hati untuk senantiasa istiqomah dijalan_Nya. Sampai syahid menjemput.
Aamiin.
ibrohnya : wahai kaum adam, kaum hawa itu sangat lemah. Bantu mereka untuk menjaga hati dengan tidak mengganggu dan mengusik mereka. Jaga hati karena ada syurga menanti.
allahualambissawab.
yang menasehati belum tentu lebih baik dari yang dinasehati.
Yang menulis belum tentu lebih baik dari yang membaca.
Sama-sama kita belajar menjadi lebih baik lagi.
*terimakasih Allah untuk kehidupan ini*
berawal dari status FB tanggal 12 Desember 2012
0 komentar:
Posting Komentar