Minggu, 28 Juni 2020 -
PuiSi
0
komentar
PuiSi
0
komentar
Jika Tidak Mampu Melakukan Sebagian Jangan Tinggalkan Seluruhnya
jika tidak sanggup tahajud setiap malam,
cobalah diselingi,
jika tidak sanggup,
cobalah minimal seminggu 3 kali,
jika masih ga sanggup,
paksalah seminggu sekali,
jika masih terasa berat,
paksakan sebulan sekali,
jika masih tidak sanggup,
gantilah dengan sholat witir sebelum tidur,
.
.
jika tidak bisa sholat dhuha 8 rakaat,
maka lakukan 2 rakaat saja..
.
.
jika tidak bisa menghapal alquran 30 juz
cobalah setengahnya
jika tidak bisa cobalah sepertiganya
jika masih tidak bisa,
cobalah 1 juz sajaa...
1 juz bisa kan?
.
.
kalau tidak bisa menjadi seorang ulama,
jadilah seorang penuntut ilmu yang mau terus belajar.
.
.
.
.
islam agama yang mudah,
asal tidak banyak membantah..
#hijabamiumi
#jumatmubarok
Senin, 21 April 2014 -
KisahKU
0
komentar
KisahKU
0
komentar
Kilas Balik *Sebulan Usia Pernikahan ku*
Bismillahirahmanirahim..
Malam ini pingin nulis, udah lama gak nulis, mumpung suami sedang ada agenda mingguan dan sendirian di rumah, daripada bengong. Hehe.
Baiklah, nulisnya pakai bahasa suka-suka sajaa. Mana yang kalamak hati. Semoga masih enak di baca hehe.
Hmmm.. (*jika) ada yang bertanya pada ku, "sa, aku ingin menikah, tapi ak ingin di mulai dengan hubungan yang tak halal, gimana caranya?"
Maka, saya akan menjawab..
Caranya satu,, BERDOA
Dulu, saya begitu.
Ketika bulan Ramadhan 2013, hati saya sudah sedikit merindukan jodoh (*hehe), jadi suka curhat sama Allah, apalgi ketika 10 malam terakhir, pas iktikaf di mesjid, curhat jodohnyaa panjaaang beeener sama Allah..
Doanya dulu begini,
" ya Allah.. Bentar lagi umurku udah masuk 24, tahun depan 25, tahun depannya lagi 26, tahun besok-besoknya udah 27, 28..
Ya Allah, siapaa jodoh ku yaaa?
Dimana diaa? Diaa masih jauh atau udah dekat ya yaa Allah ?
Ya Allah, kalau dia masih jauh, dekatkan lah, kalau udah dekat, pertemukanlah, kalau udah ketemu, berikan keyakinan di dalam hati ini, jika sudah yakin, pertemukanlah kami di akad suci_Mu nan mulia..
Pertemukanlah kami ya Allah..
Jaga dia untuk ku, dan lindungi Aku untuknyaa..
Semogaa dia selalu dalam keimanan yang bertambah-tambah..
Ya Allah, jika memang jodoh ku tidak ada di dunia ini, tak mengapaa, tapi berikan aku kekuatan menjalani kehidupan dunia ini, jauhi aku dari fitnah duniaa, bimbing aku untuk selalu menjagaa kehormatan dan kesuciaan diri.. Ku yakin, di syurga sana ada jodoh yang lebih baiiik Engkau persiapkan untuk ku..
Tapi jikaa boleh aku memohon, aku ingin berdoaa seperti doanya nabi Zakaria kepada_Mu ya Robb..
'Ya Tuhan ku, janganlah engkau biarkan aku hidup seorang diri'..
tapi jika doa ku bukanlah yang terbaik untuk ku, aku serahkan diri ku kepada _Mu, karena Engkaulah yang lebih tau mana yang terbaik untuk ku.."
Seperti itulah, doanyaa dulu..
Lalu, beberapa bulan kemudiaan,
Saya di ajak ketemuan sama ex-MR, saya pikir tolongi beliau di labor, kebetulan beliau sedang menyelesaikan studi S2, setelah ngobrol lamaa, eh ternyata beliau minta tolong untuk pelajari proposal ikhwan. (*gubrak). Dan beliau memberi amanah, bukaa proposalnya nya nanti di rumah. MasyaAllah. Menggigil sampai ke-ubun-ubun. Saat itu juga saya di beri petatah petitih tentang pernikahan, Dan di minta waktu seminggu untuk memberikan kepastiaan, di tindak lanjuti apa tidak.
Kaget, perasaan saya belum ada mengajukan proposal, tapi mengapa saya sudah terimaa proposal ikhwan. Ada sih di minta untuk ngirimin biodata sama MR, tapi CV yang di kirim ke MR kemarin, CV yang di gunakan untuk lamar pekerjaan, sungguh. Saya pikir itu untuk data base MR, karena kebetulan beliau MR baru saya. Jadi Gak ada datanya di tambah-tambah, tapi banyak yang di kurang-kurangi. Dan dengan CV itulah, saya di terima kerja di PKPU Padang. Hehe.
Setelah sampai di rumah, dengan mengucapkan bismillah, saya membuka map coklat yang berukuran kertas folio itu.
Ketikaa di bukaa..
"MasyaAllah..
Istigfar tak henti-henti..
Jantung berdetak hebat..
Tak bisa tidur nyenyak selama seminggu..
Memikirkan keputusan apa yang akan di beri..
Istiqoroh..
Tanya ke orangtuaa..
Tanyaa ke keluargaa..
Curhat ke seorang teman, untuk bertukar pikiran..
Alhasil, ternyata Allah memberikan kemantapan hati..
Dan Selama proses ta'aruf, banyak sekali halangan dan kendala yang di hadapi. Tapi, alhamdulillah sang guru selalu membantu dan membimbing untuk memberi solusi.
Alhasil, tanggal 21 maret 2014, aku dan beliau, yang namanya tertulis di proposal, eh lauh mahfuz.. Di pertemukan Allah dalam akad suci yang mulia..
Dan malam ini, genap sebulan aku dan beliau menjalani kehidupan sebagai suami istri.
Subhanallah..
Subhanallah..
Subhanallah..
Banyak sekali keindahan dan ketakjuban yang aku alami..
Sebenarnyaa tak ingin ceritaa, karenaa saya menganggap ini kebetulan, tapi setelah kejadiannya berulang-ulang, saya jadi yakin bahwa ini bukan kebetulan, tapi memang Tuhan yang menggerakkan, dan hati saya memutuskan untuk menuliskannyaa..
Hmm...
Saat itu, sang suami bertanyaa, " saa.. Mau makan apaa?", yah karena masih baru berumah tangga, dan perlengkapan belum cukup, jadi kami memutuskan untuk beli makanan sajaa.
Waktu itu spontan saya menjawab "apaa yaa? Hm.. Terserah abang ajalah, mana yang enak.." jawab ku seadanyaa. Karena memang, saat itu masih malu-malu untuk bekandak. Hehe. "Ya udah, kitaa belii nasi goreng aja yaa?", tanya beliau lagi.
"Nasii goreng ? Yalah.. " jawabku singkat. Sebenarnyaa saat itu, di pikiran ku terlintas martabak mesir, rasanya taragak bana makan martabak mesir, tapi mulut berat mengatakan pada seseorang yang masih sangat baru dalam hidup ku. Kemarin dia masih orang asing bagiku, jadi perlu adaptasi agar lebih menyatu. Hehe. Yah, lagiaan saat itu jadwal makan malam, gak mungkin makan martabak mesir. Pikir ku lagi.
Eh, ternyataa, saat pulang, ketika buka bungkusaan, bukan hanyaa nasi goreng saja yang di bawa pulang, ternyata juga ada martabak mesirnyaa. Sungguh. Allahuakbar !! Aku ber-takbir mengagungkan nama Allah.
Senang...
Ternyataa Allah memerintahkan pada malaikat untuk membisikkan nya pada suami ku, untuk beli martabak mesir.. Hehe..
Besoknyaa, ketikaa pulang kerjaaa, saya bingung mau beli buah apa untuk bukaa puasaa,
Setelah memilah milih, hati saya jatuh pada pilihan pisang dan pepayaa. Rasanya ingin beli keduanyaa, tapi setelah pikir lagi, saya jatuhkan untuk membeli pepaya sajaaa. Pisangnya insyaAllah besok saja, karena insyaAllah masih banyak hari. Eh, ternyataa setelah sampai rumah, suami pulang kerja membawa pisang dan pepayaaa.
Allahuakbar !! Allahuakbar !!
Ternyata, hati suami istri itu memang menyatu yaah, hehe
Besoknyaaa, saat sedang masak, saaya kepikiran martabak bandung rasaa keju coklat. Saat itu Rasanyaaa pingin sekali makan martabak bandung, tapi hati berbisik, 'besok ajalah belinyaaaa, udah malam'.
Eh, ternyata ketikaa suami pulang dari mesjid, membawa makanan, ketika di bukaa, martabak bandung rasaa keju, coklat jagung..
Allahuakbar !! allahuakbar !! Spontan saya takbir dalam hati, takjub pada Allah, Allah baik sekali sama saya, apa keinginan yang ada dalam hati langsung di bisikkan ke telinga suami. Allah tau, kalau saya masih malu-malu, tapi kalau besok-besok, ketika sudah biasa dan tak malu-malu lagi, entahlah.. Mungkin, bisa sajaa, banyak kandak. Hehe.
Dan hari ini,
Baru kemarin, hari minggu, ketikaa pulang belanja di pasar, saya singgah ke minimarket untuk membeli sesuatu. Saat itu, saya melihat nata de coco. Sudah saya pegang, tapi saya letak kan lagi, karenaa rasanya banyak sekali belanjanyaaa, tak boleh boross. Eh, ternyata hari ini, ketika suami pulang kerjaaa, beliau membawa makanan pulang, dan salah satunyaa, nata de coco..
Allahuakbar !! Allahuakbar !!
Terimakasih Allah..
Terimakasih Allah..
Ini bukan soal martabak mesir, pisang, martabak keju coklat dan nata de coco nyaa.. Tapi soal keMaha-an Nya yang menyatukan dua hati yang telah terpaut dalam ikatan suci nan muliaaa...
soal perasaan yang menyatu meski ia tak terungkapkan..
Terimakasih Allah..
Terimakasih Allah..
Dan malam ini, 21 April 2014, genap sebulan aku berumah tangga..
Khusus malam ini, Satu pinta ku pada Allah, " ya Allah, yang menguasai hati, berkahi selalu pernikahan ini, satukan hati kami hingga ke syurgaaa.. ", aamiin ya Allah..
Sahabat, yakinlah..
Tak perlu pacaran untu mendapatkan jodoh, yakinlah pada Allah. Yakinlah.. Cukup, yakinlah pada_Nya, insyaAllah Dia kan memberi yang terbaik untuk hidup kitaa.. InsyaAllah.
Suami ku.. I Love You..
Penuh doaa dan cintaa selalu,
dari wanitaa biasaa yang selalu belajar untuk menjadi istri na sholehah
Elsa agustina Al-Khalishah.
# terimakasih Allah untuk kehidupan ini
Malam ini pingin nulis, udah lama gak nulis, mumpung suami sedang ada agenda mingguan dan sendirian di rumah, daripada bengong. Hehe.
Baiklah, nulisnya pakai bahasa suka-suka sajaa. Mana yang kalamak hati. Semoga masih enak di baca hehe.
Hmmm.. (*jika) ada yang bertanya pada ku, "sa, aku ingin menikah, tapi ak ingin di mulai dengan hubungan yang tak halal, gimana caranya?"
Maka, saya akan menjawab..
Caranya satu,, BERDOA
Dulu, saya begitu.
Ketika bulan Ramadhan 2013, hati saya sudah sedikit merindukan jodoh (*hehe), jadi suka curhat sama Allah, apalgi ketika 10 malam terakhir, pas iktikaf di mesjid, curhat jodohnyaa panjaaang beeener sama Allah..
Doanya dulu begini,
" ya Allah.. Bentar lagi umurku udah masuk 24, tahun depan 25, tahun depannya lagi 26, tahun besok-besoknya udah 27, 28..
Ya Allah, siapaa jodoh ku yaaa?
Dimana diaa? Diaa masih jauh atau udah dekat ya yaa Allah ?
Ya Allah, kalau dia masih jauh, dekatkan lah, kalau udah dekat, pertemukanlah, kalau udah ketemu, berikan keyakinan di dalam hati ini, jika sudah yakin, pertemukanlah kami di akad suci_Mu nan mulia..
Pertemukanlah kami ya Allah..
Jaga dia untuk ku, dan lindungi Aku untuknyaa..
Semogaa dia selalu dalam keimanan yang bertambah-tambah..
Ya Allah, jika memang jodoh ku tidak ada di dunia ini, tak mengapaa, tapi berikan aku kekuatan menjalani kehidupan dunia ini, jauhi aku dari fitnah duniaa, bimbing aku untuk selalu menjagaa kehormatan dan kesuciaan diri.. Ku yakin, di syurga sana ada jodoh yang lebih baiiik Engkau persiapkan untuk ku..
Tapi jikaa boleh aku memohon, aku ingin berdoaa seperti doanya nabi Zakaria kepada_Mu ya Robb..
'Ya Tuhan ku, janganlah engkau biarkan aku hidup seorang diri'..
tapi jika doa ku bukanlah yang terbaik untuk ku, aku serahkan diri ku kepada _Mu, karena Engkaulah yang lebih tau mana yang terbaik untuk ku.."
Seperti itulah, doanyaa dulu..
Lalu, beberapa bulan kemudiaan,
Saya di ajak ketemuan sama ex-MR, saya pikir tolongi beliau di labor, kebetulan beliau sedang menyelesaikan studi S2, setelah ngobrol lamaa, eh ternyata beliau minta tolong untuk pelajari proposal ikhwan. (*gubrak). Dan beliau memberi amanah, bukaa proposalnya nya nanti di rumah. MasyaAllah. Menggigil sampai ke-ubun-ubun. Saat itu juga saya di beri petatah petitih tentang pernikahan, Dan di minta waktu seminggu untuk memberikan kepastiaan, di tindak lanjuti apa tidak.
Kaget, perasaan saya belum ada mengajukan proposal, tapi mengapa saya sudah terimaa proposal ikhwan. Ada sih di minta untuk ngirimin biodata sama MR, tapi CV yang di kirim ke MR kemarin, CV yang di gunakan untuk lamar pekerjaan, sungguh. Saya pikir itu untuk data base MR, karena kebetulan beliau MR baru saya. Jadi Gak ada datanya di tambah-tambah, tapi banyak yang di kurang-kurangi. Dan dengan CV itulah, saya di terima kerja di PKPU Padang. Hehe.
Setelah sampai di rumah, dengan mengucapkan bismillah, saya membuka map coklat yang berukuran kertas folio itu.
Ketikaa di bukaa..
"MasyaAllah..
Istigfar tak henti-henti..
Jantung berdetak hebat..
Tak bisa tidur nyenyak selama seminggu..
Memikirkan keputusan apa yang akan di beri..
Istiqoroh..
Tanya ke orangtuaa..
Tanyaa ke keluargaa..
Curhat ke seorang teman, untuk bertukar pikiran..
Alhasil, ternyata Allah memberikan kemantapan hati..
Dan Selama proses ta'aruf, banyak sekali halangan dan kendala yang di hadapi. Tapi, alhamdulillah sang guru selalu membantu dan membimbing untuk memberi solusi.
Alhasil, tanggal 21 maret 2014, aku dan beliau, yang namanya tertulis di proposal, eh lauh mahfuz.. Di pertemukan Allah dalam akad suci yang mulia..
Dan malam ini, genap sebulan aku dan beliau menjalani kehidupan sebagai suami istri.
Subhanallah..
Subhanallah..
Subhanallah..
Banyak sekali keindahan dan ketakjuban yang aku alami..
Sebenarnyaa tak ingin ceritaa, karenaa saya menganggap ini kebetulan, tapi setelah kejadiannya berulang-ulang, saya jadi yakin bahwa ini bukan kebetulan, tapi memang Tuhan yang menggerakkan, dan hati saya memutuskan untuk menuliskannyaa..
Hmm...
Saat itu, sang suami bertanyaa, " saa.. Mau makan apaa?", yah karena masih baru berumah tangga, dan perlengkapan belum cukup, jadi kami memutuskan untuk beli makanan sajaa.
Waktu itu spontan saya menjawab "apaa yaa? Hm.. Terserah abang ajalah, mana yang enak.." jawab ku seadanyaa. Karena memang, saat itu masih malu-malu untuk bekandak. Hehe. "Ya udah, kitaa belii nasi goreng aja yaa?", tanya beliau lagi.
"Nasii goreng ? Yalah.. " jawabku singkat. Sebenarnyaa saat itu, di pikiran ku terlintas martabak mesir, rasanya taragak bana makan martabak mesir, tapi mulut berat mengatakan pada seseorang yang masih sangat baru dalam hidup ku. Kemarin dia masih orang asing bagiku, jadi perlu adaptasi agar lebih menyatu. Hehe. Yah, lagiaan saat itu jadwal makan malam, gak mungkin makan martabak mesir. Pikir ku lagi.
Eh, ternyataa, saat pulang, ketika buka bungkusaan, bukan hanyaa nasi goreng saja yang di bawa pulang, ternyata juga ada martabak mesirnyaa. Sungguh. Allahuakbar !! Aku ber-takbir mengagungkan nama Allah.
Senang...
Ternyataa Allah memerintahkan pada malaikat untuk membisikkan nya pada suami ku, untuk beli martabak mesir.. Hehe..
Besoknyaa, ketikaa pulang kerjaaa, saya bingung mau beli buah apa untuk bukaa puasaa,
Setelah memilah milih, hati saya jatuh pada pilihan pisang dan pepayaa. Rasanya ingin beli keduanyaa, tapi setelah pikir lagi, saya jatuhkan untuk membeli pepaya sajaaa. Pisangnya insyaAllah besok saja, karena insyaAllah masih banyak hari. Eh, ternyataa setelah sampai rumah, suami pulang kerja membawa pisang dan pepayaaa.
Allahuakbar !! Allahuakbar !!
Ternyata, hati suami istri itu memang menyatu yaah, hehe
Besoknyaaa, saat sedang masak, saaya kepikiran martabak bandung rasaa keju coklat. Saat itu Rasanyaaa pingin sekali makan martabak bandung, tapi hati berbisik, 'besok ajalah belinyaaaa, udah malam'.
Eh, ternyata ketikaa suami pulang dari mesjid, membawa makanan, ketika di bukaa, martabak bandung rasaa keju, coklat jagung..
Allahuakbar !! allahuakbar !! Spontan saya takbir dalam hati, takjub pada Allah, Allah baik sekali sama saya, apa keinginan yang ada dalam hati langsung di bisikkan ke telinga suami. Allah tau, kalau saya masih malu-malu, tapi kalau besok-besok, ketika sudah biasa dan tak malu-malu lagi, entahlah.. Mungkin, bisa sajaa, banyak kandak. Hehe.
Dan hari ini,
Baru kemarin, hari minggu, ketikaa pulang belanja di pasar, saya singgah ke minimarket untuk membeli sesuatu. Saat itu, saya melihat nata de coco. Sudah saya pegang, tapi saya letak kan lagi, karenaa rasanya banyak sekali belanjanyaaa, tak boleh boross. Eh, ternyata hari ini, ketika suami pulang kerjaaa, beliau membawa makanan pulang, dan salah satunyaa, nata de coco..
Allahuakbar !! Allahuakbar !!
Terimakasih Allah..
Terimakasih Allah..
Ini bukan soal martabak mesir, pisang, martabak keju coklat dan nata de coco nyaa.. Tapi soal keMaha-an Nya yang menyatukan dua hati yang telah terpaut dalam ikatan suci nan muliaaa...
soal perasaan yang menyatu meski ia tak terungkapkan..
Terimakasih Allah..
Terimakasih Allah..
Dan malam ini, 21 April 2014, genap sebulan aku berumah tangga..
Khusus malam ini, Satu pinta ku pada Allah, " ya Allah, yang menguasai hati, berkahi selalu pernikahan ini, satukan hati kami hingga ke syurgaaa.. ", aamiin ya Allah..
Sahabat, yakinlah..
Tak perlu pacaran untu mendapatkan jodoh, yakinlah pada Allah. Yakinlah.. Cukup, yakinlah pada_Nya, insyaAllah Dia kan memberi yang terbaik untuk hidup kitaa.. InsyaAllah.
Suami ku.. I Love You..
Penuh doaa dan cintaa selalu,
dari wanitaa biasaa yang selalu belajar untuk menjadi istri na sholehah
Elsa agustina Al-Khalishah.
# terimakasih Allah untuk kehidupan ini
Kamis, 19 Desember 2013 -
HIKMAH
0
komentar
HIKMAH
0
komentar
Gadis itu tertidur Pulas ketika mendengar surat Ar-Rahman
ini sebuah kisah nyata, seorang Gadis yang tidak bisa tertidur selama
tiga malam karena penyakit Asma yang dideritanya kambuh. Pasalnya, Ia
bersama keluarga menikmati buah durian dengan penuh suka cita, memang,
Ia sudah di peringatkan bahwa Durian adalah salah satu buah 'Panas' yang
tidak boleh di konsumsinya, mengingat sakit yang ia miliki, tetapi
melihat kondisi durian yang sangat menggiurkan, ia memilih menikmatinya.
Keras Kepala. akibatnya sakitnya benar-benar kambuh, tambah lagi
kondisi tubuhnya yang kurang fit.
kalau orang memilih, lebih baik sakit gigi dari pada sakit hati. maka Sang Gadis memilih, lebih baik sakit hati dari pada sakit Asma.
sakit-hati bisa di hilangkan seketika itu juga, dengan bersabar, ikhas dan memaafkan, insyaAllah urusannya selesai. tetapi jika sakit Asma, penyakit ini selalu menyiksanya sampai ke -ulu hati. betapa tidak, penyakit yang bermain langsung dengan "nafas" ini selalu menghantuinya dengan sebuah Kematian. Jika sakit sudah menghampiri, serasa kematiaan siap menjemputnyaa. serasa Ajal telah datang mendekat. yah, inilah perasaan yang selalu ia rasakan ketika Asma menyerang.
Ia selalu berfikir, mungkin inilah cara Tuhan-nya menunjukkan betapa sayangnya Tuhan kepada Sang Gadis, Ia di berikan sakit Asma, agar Ia selalu bisa merasakan betapa sakitnya kematian dan sakaratul maut itu, sehingga ia bisa selalu mngingat kematian dan mempersiapkan segala sesuatu untuk menyambutnya dengan baik. meski sebenaranya Asma belumlah apa-apa jika dibandingkan dengan sakaratul maut, tetapi setidaknya penyakit ini mampu menyadarkannya bahwa setiap saat kematian siap menjemput.
tiga malam berturut-turut Sang Gadis tidak bisa tertidur Pulas, setiap malam Asmanya datang menganggu, herannya, ketika siang hari ia masih sedikit terlihat baik, meski nafasnya sedang ter-engah-engah. saat malam, tidak bisa di tawar, ia menderita.
Ia menghiasi deritanya dan mengisi malamnya dengan datang kepada Tuhan, mohon ampun untuk Dosa-Dosanya yang terlalu banyak menggunung. Ia memohon, memohon dan selalu memohon kepada Tuhan agar Ia di kuatkan. Nafasnya yang sesak, membuat ia tak sanggup untuk berdiri, sehingga ia memilih untuk duduk menghadap kepada Tuhan. perlahan ia mendirikan sholat, ayat-ayat Tuhan yang dibaca terputus-putus, ia Pasrah, benar-benar Pasrah. Namun begitu, sholat yang didirikannya, doa yang dirangkainya dan Kitab Suci yang di bacanya, mampu meredamkan sedikit sakitnyaaa. entah mengapa, ketika membaca Kitab Suci, nafasnya selalu merasa ringan dan seirama dengan lantunan Ayat yang di bacanya, meski ter-engah-engah.
menderita memang, saat nafas harus berpacu hebat dengan aliran darah dan degup jantung. tak seirama. tetapi ayat-ayat Al-qur'an yang di bacanya, seakan menuntun seluruh organ tubuhnya untuk seiring sejalan dan seirama, sehingga ia sedikit lebih tenang.
tak bisa di tawar, mata sudah terlalu ngantuk karena sudah tiga malam ia tidak bisa tidur. sehabis sholat Subuh, sang Gadis menggambil HandPone nya dan menghidupkan murottal, saat itu ia memilih surat Ar-Rahman, ngaji subuhnya ia ganti dengan mendengar surat Ar-Rahman sambil mencoba memejamkan mata. ia Menyimak dengan seksama sambil mengikuti di dalam hati. seketika, Nafasnya mulai ringan, nafasnya serasa seirama dengan lantunan surat Ar-Rahman. Pada Ayat ke-18 ia masih tersadar, dan untuk Ayat-ayat berikutnya, ia sudah sampai pada mimpi indahnya. tertidur. Pulas.
saat ia terbangun, ia melihat hari sudah siang, matahari sudah meninggi. ia tersadar, bahwa ia telah sembuh. sembuh. ia sembuh. nafasnya tidak lagi sesak. jantungnya kembali berdetak normal. ia menghirup nafas dengan ringan. yah ringan, sangat ringan. sejenak ia tertunduk, bersyukur kepada Allah SWT, "ya Robb.. terlalu banyak nikmat yang telah Engkau berikan.. Maafkan dosa-dosa ku...", s eketika airmatanya mengalir, tanda syukurnya yang dalam, terhadap apa yang telah Tuhan berikan.
ia berbisik di dalaam hatinya, "sungguh, tak ada secuil pun nikmat Tuhan yang aku dustakan, terimaksih Allah, aku percaya, inilah cara_Mu menunjukkan betapa cintanya Engkau kepada ku, inilah cara lembutmu untuk menepuk pundak ku, agar aku tersadar, hingga aku tak terlena dengan dunia yang menghinakan, semoga sakit ku ini menggugurkan dosa-dosaku dan menggembalikan ku pada diri yang fitri, terimakasih Allah untuk kehidupan ini".
# Semoga perjalanan hidup Sang Gadis selalu di Ridhoi oleh Allah SWT. aamiin.
kalau orang memilih, lebih baik sakit gigi dari pada sakit hati. maka Sang Gadis memilih, lebih baik sakit hati dari pada sakit Asma.
sakit-hati bisa di hilangkan seketika itu juga, dengan bersabar, ikhas dan memaafkan, insyaAllah urusannya selesai. tetapi jika sakit Asma, penyakit ini selalu menyiksanya sampai ke -ulu hati. betapa tidak, penyakit yang bermain langsung dengan "nafas" ini selalu menghantuinya dengan sebuah Kematian. Jika sakit sudah menghampiri, serasa kematiaan siap menjemputnyaa. serasa Ajal telah datang mendekat. yah, inilah perasaan yang selalu ia rasakan ketika Asma menyerang.
Ia selalu berfikir, mungkin inilah cara Tuhan-nya menunjukkan betapa sayangnya Tuhan kepada Sang Gadis, Ia di berikan sakit Asma, agar Ia selalu bisa merasakan betapa sakitnya kematian dan sakaratul maut itu, sehingga ia bisa selalu mngingat kematian dan mempersiapkan segala sesuatu untuk menyambutnya dengan baik. meski sebenaranya Asma belumlah apa-apa jika dibandingkan dengan sakaratul maut, tetapi setidaknya penyakit ini mampu menyadarkannya bahwa setiap saat kematian siap menjemput.
tiga malam berturut-turut Sang Gadis tidak bisa tertidur Pulas, setiap malam Asmanya datang menganggu, herannya, ketika siang hari ia masih sedikit terlihat baik, meski nafasnya sedang ter-engah-engah. saat malam, tidak bisa di tawar, ia menderita.
Ia menghiasi deritanya dan mengisi malamnya dengan datang kepada Tuhan, mohon ampun untuk Dosa-Dosanya yang terlalu banyak menggunung. Ia memohon, memohon dan selalu memohon kepada Tuhan agar Ia di kuatkan. Nafasnya yang sesak, membuat ia tak sanggup untuk berdiri, sehingga ia memilih untuk duduk menghadap kepada Tuhan. perlahan ia mendirikan sholat, ayat-ayat Tuhan yang dibaca terputus-putus, ia Pasrah, benar-benar Pasrah. Namun begitu, sholat yang didirikannya, doa yang dirangkainya dan Kitab Suci yang di bacanya, mampu meredamkan sedikit sakitnyaaa. entah mengapa, ketika membaca Kitab Suci, nafasnya selalu merasa ringan dan seirama dengan lantunan Ayat yang di bacanya, meski ter-engah-engah.
menderita memang, saat nafas harus berpacu hebat dengan aliran darah dan degup jantung. tak seirama. tetapi ayat-ayat Al-qur'an yang di bacanya, seakan menuntun seluruh organ tubuhnya untuk seiring sejalan dan seirama, sehingga ia sedikit lebih tenang.
tak bisa di tawar, mata sudah terlalu ngantuk karena sudah tiga malam ia tidak bisa tidur. sehabis sholat Subuh, sang Gadis menggambil HandPone nya dan menghidupkan murottal, saat itu ia memilih surat Ar-Rahman, ngaji subuhnya ia ganti dengan mendengar surat Ar-Rahman sambil mencoba memejamkan mata. ia Menyimak dengan seksama sambil mengikuti di dalam hati. seketika, Nafasnya mulai ringan, nafasnya serasa seirama dengan lantunan surat Ar-Rahman. Pada Ayat ke-18 ia masih tersadar, dan untuk Ayat-ayat berikutnya, ia sudah sampai pada mimpi indahnya. tertidur. Pulas.
saat ia terbangun, ia melihat hari sudah siang, matahari sudah meninggi. ia tersadar, bahwa ia telah sembuh. sembuh. ia sembuh. nafasnya tidak lagi sesak. jantungnya kembali berdetak normal. ia menghirup nafas dengan ringan. yah ringan, sangat ringan. sejenak ia tertunduk, bersyukur kepada Allah SWT, "ya Robb.. terlalu banyak nikmat yang telah Engkau berikan.. Maafkan dosa-dosa ku...", s eketika airmatanya mengalir, tanda syukurnya yang dalam, terhadap apa yang telah Tuhan berikan.
ia berbisik di dalaam hatinya, "sungguh, tak ada secuil pun nikmat Tuhan yang aku dustakan, terimaksih Allah, aku percaya, inilah cara_Mu menunjukkan betapa cintanya Engkau kepada ku, inilah cara lembutmu untuk menepuk pundak ku, agar aku tersadar, hingga aku tak terlena dengan dunia yang menghinakan, semoga sakit ku ini menggugurkan dosa-dosaku dan menggembalikan ku pada diri yang fitri, terimakasih Allah untuk kehidupan ini".
# Semoga perjalanan hidup Sang Gadis selalu di Ridhoi oleh Allah SWT. aamiin.
Rabu, 18 Desember 2013 -
IBU
0
komentar
IBU
0
komentar
Ibu.. Aku Rindu..
Aku memikirkanmu..
Engkau memikirkanku..
Kita saling memikirkan..
Ibu.. Aku Rindu..
Ketika kau mendengar suaraku dari sebrang sana,
Kau menangis tersedu..
Aku pu begitu, menangis mendengar desah lembut suaramu..
ah, semua itu tak mampu mengobati rindu kita yang menggebu..
Ibu.. Aku Rindu..
Aku selalu ada di dalam doamu..
Engkau selalu ada di dalam doaku..
di dalam doa ruh kita menyatu..
Ibu.. Aku Rindu..
ah, Ibu..
Hanya engkau sosok wanita yang mampu menenangkan hatiku..
di dekatmu aku merasakan ada kebahagiaan yang tak bisa ku uraikan dengan kataa.
hanyaa engkau yang bisa membuat hidupku damai..
duhai Ibu..
beri tau pada ku, hati mu terbuat dari apa ibu ?
sehingga engkau mampu menciptakan ketenangan yang tak pernah ku dapatkan dari mana dan dari siapapun,
hanya engkau Ibu, yang aku tunggu kehadirannya di setiap waktu..
hanya engkau Ibu, yang bisa memberikan pelukan hangat itu...
hanya engkau Ibu, yang mengerti segala tentang diriku..
Ibu..
oh Ibu..
ingin ku selalu membahagiakan mu di setiap hembusan nafasmu,
hingga ujung waktu..
Ibu.. ku berharap kepada Tuhan,
agar ketenangan selalu menghiasi hatimu,
ketika engkau berada di sisiku..
seperti aku yang selalu merasakan ketenangan ketika aku di sisimu..
Robbi.. Izinkan aku membahagiaakan Ibu, di dunia dan akhiratnyaa.. aamiin.
Penuh Doa dan Rindu selalu,
Ananda,
Elsa Agustina Al-Khalishah
Engkau memikirkanku..
Kita saling memikirkan..
Ibu.. Aku Rindu..
Ketika kau mendengar suaraku dari sebrang sana,
Kau menangis tersedu..
Aku pu begitu, menangis mendengar desah lembut suaramu..
ah, semua itu tak mampu mengobati rindu kita yang menggebu..
Ibu.. Aku Rindu..
Aku selalu ada di dalam doamu..
Engkau selalu ada di dalam doaku..
di dalam doa ruh kita menyatu..
Ibu.. Aku Rindu..
ah, Ibu..
Hanya engkau sosok wanita yang mampu menenangkan hatiku..
di dekatmu aku merasakan ada kebahagiaan yang tak bisa ku uraikan dengan kataa.
hanyaa engkau yang bisa membuat hidupku damai..
duhai Ibu..
beri tau pada ku, hati mu terbuat dari apa ibu ?
sehingga engkau mampu menciptakan ketenangan yang tak pernah ku dapatkan dari mana dan dari siapapun,
hanya engkau Ibu, yang aku tunggu kehadirannya di setiap waktu..
hanya engkau Ibu, yang bisa memberikan pelukan hangat itu...
hanya engkau Ibu, yang mengerti segala tentang diriku..
Ibu..
oh Ibu..
ingin ku selalu membahagiakan mu di setiap hembusan nafasmu,
hingga ujung waktu..
Ibu.. ku berharap kepada Tuhan,
agar ketenangan selalu menghiasi hatimu,
ketika engkau berada di sisiku..
seperti aku yang selalu merasakan ketenangan ketika aku di sisimu..
Robbi.. Izinkan aku membahagiaakan Ibu, di dunia dan akhiratnyaa.. aamiin.
Penuh Doa dan Rindu selalu,
Ananda,
Elsa Agustina Al-Khalishah
Senin, 02 Desember 2013 -
TaUjiH
0
komentar
TaUjiH
0
komentar
Makna Kehidupan
kau
tak perlu mencari tau defenisi demi defenisi tentang arti kehidupan ini, karena
sungguh engkau tak akan menemuinya, jikapun engkau menemuinya maka engkau tetap
tak memahami maknanya, jika pun engkau memahaminya maka engkau tak akan mampu menaklukkannya.
Karena sungguh, kehidupan ini tidak lain adalah gambaran perasaaan dari apa
yang kita rasakan tentang kehidupan ini. Rasakanlah dengan hati, rasakanlah
dengan tenang, rasakanlah dengan ikhlas, rasakanlah dengan perasaan yang paling
dalam yang engkau miliki yang bersumber dari nurani, maka insyaAllah
engkau akan merasakan kehidupan ini
lebih hidup. Indah dan mengindahkan.
Jumat, 29 November 2013 -
KeHiDuPaN
0
komentar
KeHiDuPaN
0
komentar
Jiwa-jiwa Bening
Aku suka mempelajari tiap jejal jiwa-jiwa yang ada di sekitarku, darinya aku belajar memahami bahwa ada banyak sisi-sisi kebaikan yang harus aku kumpulkan, dengan menggali dan terus menggali perbendaharaan kebajikan yang tersimpan dalam jiwa mereka, aku menjadi kaya. mencari dengan kejujuran tanpa penghakiman, aku menemukan banyak kebaikan-kebaikan yang tersembunyi di dalam diri mereka, meski terkadang samar-samar. banyak sekali aku menemukan kebaikan-kebaikan dari manusia-manusia yang ada disekitarku, walau pada manusia yang awalnyaa aku menilai ia miskin perasaan. Aku terus berupaya mengajar diriku dengan ikhlas untuk selalu mengambil sisi kebaikan dari apapun dan siapapun jua, bagaimanapun dan dimanapun juga. Karena hanya dengan begitu, aku merasa bahwa tak ada sesuatupun yang sia-sia yang Allah limpahkan dan berikan dalam hidupku.
# terimakasih Allah Untuk kehidupan ini
Langganan:
Postingan (Atom)
