Minggu, 14 April 2013 - 0 komentar

Berikan Info yang Jelas, jangan setengah-setengah

Teringat percakapan kala itu..

A : "kak, waktu itu saya melihat kakak di taplau..", katanya padaku.

S : "haa? Kapan?", tanya ku kaget.

A : "waktu itu kak, udah lama kak, saya lupa, pas malam-malam..", katanya lagi dengan nada yang menyakinkan.

S : "haa? Malam-malam? Yakin?", tanya ku curiga.

Aku yakin adik ini salah, karena aku tidak pernah malam-malam duduk di taplau, apalagi kalau sama n0n muhrim. Nauzubillah.

A : "iya kak, yakin.. Awalnya saya ragu, tapi pas saya caliak bana, haa iyo mah, kak elsa..", katanya mantap.

S : "astagfirullah, kapan dek? Di taplau malam-malam?", tanyaku lagi padanya. Saya ingin menyakinkan dirinya, bahwa yang dilihatnya pasti salah, pasti bukan saya, saya tidak pernah berduan malam-malam berpergian, ditaplau lagi. Ya allah.

A : "iya kak, waktu itu kakak pakai jilbab jirong, trus pakai jaket hitam FSI tu kak..", katanya lagi padaku.

"Astagfirullah. Ada apa ini? Kok saya di fitnah begini, pakai bawa-bawa nama FSI lagi. Ya allah, ampuni dosa-dosaku" Bisik hatiku.

S : "haa? Yang benar dek? kak gak pernah ditaplau malam-malam, apalagi kalau... ", ujarku padanya.

Rasanya ada yang tersekat di ker0ngkongan ku.

A :"iya kak, waktu itu saya lihat dari jauh, kak baru keluar dari mobil..", katanya tenang.

S : "masyaALLAH dek.. Kapan sih? Baru keluar dari mobil?", tanyaku curiga.

A : "iya kak.. ", katanya.

S : "nauzubillah..", hatiku mulai tak tenang.

A : "iya kak, waktu itu saya liat kak baru keluar mobil, malam-malam ditaplau, kak pakai jilbab sorong dan pakai jaket hitam FSI, kak ramai-ramai sama keluarga kakak waktu itu..", katanya lagi.

S : "astagfirullah.. huft.. Ooh..", tersenyum lega.

#saudaraku, beginilah fon0mena yang saya lihat hari ini, informasi yang seringnya kita dapatkan dari seseorang, tentang seseorang, mungkin saudara kita, teman, sahabat atau mungkin guru-guru kita, belum tentu benar adanya, sering kali kita mendapat informasi itu setengah-setengah, lalu dengan bahagia kita menyampaikan yang setengah-setengah tadi kepada orang lain, padahal kita tidak tau kebenarannya.

Seperti contoh percakapan diatas,
bisa saja informasi itu menyebar dengan kalimat, "kemarin saya ketemu kak elsa malam-malam ditaplau pakai jaket FSI, saya liat dia baru keluar dari mobil",

kalau kita liat, dia menyampaikan berita bohong gak?

Enggak. Benar.

Dia memang menjumpai saya malam-malam ditaplau, baru keluar dari mobil, dan pakai jaket FSI.

Itu benar.

Tapi berita itu belum lengkap, masih setengah.

Dan mungkin, orang yang mendengar informasi tadi, menyampaikan ke yang lain. Saling menyampaikan. Sehingga tersebarlah berita, "kak elsa pergi ke taplau malam-malam naik mobil".

Sekali lagi, berita itu salah??

Jawabannya yah tidak.
Benar. Berita itu benar. Tapi tidak lengkap.

Yah, begitulah fon0mena yang saya liat, kita terlalu bangga menyebarkan berita-berita tentang seseorang, yang belum jelas kebenarannya.

Fenomena ini juga sering saya dapatkan dikalangan ikhwah,

"eh ukh, kemarin ana liat si fulanah begini begitu.."

"haa, iya? MasyaALLAH..",

dan, dalam sekejap, informasi itupun sudah menjadi rahasia umum, beritanya tenang, tapi semua telinga sudah mendengarnya, semua hati sudah berprasangka, tanpa ada yang mau mencari kebenarannya.

Dan alangkah lebih baiknya, jika kita mendapatkan berita yang tidak baik tentang saudara kita, kita tanyakan dengan cara yang baik langsung padanya. Lakukanlah hanya karna hatimu juga tak ingin ikut berprangka tidak baik. Jikapun itu benar, diamlah. Tak perlu disampaikan pada yang lain, tutuplah aib saudaramu, itu lebih baik bagimu, dan Allahmu akan menutup aib mu.

Bukankah kita sama-sama tidak mau memakan bangkai saudara sendiri??

mari sama-sama kita intropeksi diri, menata hati untuk tidak (*lagi) berprasangka buruk.

(maafkan kakak dek, awalnya kak berprasangka buruk padamu, bahwa engkau telah memfitnah kak, sampai berfikir, kalau kamu menuduh kak berpergian dgn non muhrim, tetapi ternyata informasi yang melegakan itu, ada di ujung kalimat. Hehe. Dan kak tidak berprasangka buruk kalau kamu menyebarkan berita yang setengah2, itu hanya contoh.. Hehe). ^_^

Robb, ampuni kami.

berawal dari status FB tanggal 2 April 2013

0 komentar:

Posting Komentar

SEJARAH HANYA DITULIS DENGAN NUANSA DUA WARNA, HITAM TINTA PARA ULAMA, DAN MERAH DARAH PARA SYUHADA