kalau orang memilih, lebih baik sakit gigi dari pada sakit hati. maka Sang Gadis memilih, lebih baik sakit hati dari pada sakit Asma.
sakit-hati bisa di hilangkan seketika itu juga, dengan bersabar, ikhas dan memaafkan, insyaAllah urusannya selesai. tetapi jika sakit Asma, penyakit ini selalu menyiksanya sampai ke -ulu hati. betapa tidak, penyakit yang bermain langsung dengan "nafas" ini selalu menghantuinya dengan sebuah Kematian. Jika sakit sudah menghampiri, serasa kematiaan siap menjemputnyaa. serasa Ajal telah datang mendekat. yah, inilah perasaan yang selalu ia rasakan ketika Asma menyerang.
Ia selalu berfikir, mungkin inilah cara Tuhan-nya menunjukkan betapa sayangnya Tuhan kepada Sang Gadis, Ia di berikan sakit Asma, agar Ia selalu bisa merasakan betapa sakitnya kematian dan sakaratul maut itu, sehingga ia bisa selalu mngingat kematian dan mempersiapkan segala sesuatu untuk menyambutnya dengan baik. meski sebenaranya Asma belumlah apa-apa jika dibandingkan dengan sakaratul maut, tetapi setidaknya penyakit ini mampu menyadarkannya bahwa setiap saat kematian siap menjemput.
tiga malam berturut-turut Sang Gadis tidak bisa tertidur Pulas, setiap malam Asmanya datang menganggu, herannya, ketika siang hari ia masih sedikit terlihat baik, meski nafasnya sedang ter-engah-engah. saat malam, tidak bisa di tawar, ia menderita.
Ia menghiasi deritanya dan mengisi malamnya dengan datang kepada Tuhan, mohon ampun untuk Dosa-Dosanya yang terlalu banyak menggunung. Ia memohon, memohon dan selalu memohon kepada Tuhan agar Ia di kuatkan. Nafasnya yang sesak, membuat ia tak sanggup untuk berdiri, sehingga ia memilih untuk duduk menghadap kepada Tuhan. perlahan ia mendirikan sholat, ayat-ayat Tuhan yang dibaca terputus-putus, ia Pasrah, benar-benar Pasrah. Namun begitu, sholat yang didirikannya, doa yang dirangkainya dan Kitab Suci yang di bacanya, mampu meredamkan sedikit sakitnyaaa. entah mengapa, ketika membaca Kitab Suci, nafasnya selalu merasa ringan dan seirama dengan lantunan Ayat yang di bacanya, meski ter-engah-engah.
menderita memang, saat nafas harus berpacu hebat dengan aliran darah dan degup jantung. tak seirama. tetapi ayat-ayat Al-qur'an yang di bacanya, seakan menuntun seluruh organ tubuhnya untuk seiring sejalan dan seirama, sehingga ia sedikit lebih tenang.
tak bisa di tawar, mata sudah terlalu ngantuk karena sudah tiga malam ia tidak bisa tidur. sehabis sholat Subuh, sang Gadis menggambil HandPone nya dan menghidupkan murottal, saat itu ia memilih surat Ar-Rahman, ngaji subuhnya ia ganti dengan mendengar surat Ar-Rahman sambil mencoba memejamkan mata. ia Menyimak dengan seksama sambil mengikuti di dalam hati. seketika, Nafasnya mulai ringan, nafasnya serasa seirama dengan lantunan surat Ar-Rahman. Pada Ayat ke-18 ia masih tersadar, dan untuk Ayat-ayat berikutnya, ia sudah sampai pada mimpi indahnya. tertidur. Pulas.
saat ia terbangun, ia melihat hari sudah siang, matahari sudah meninggi. ia tersadar, bahwa ia telah sembuh. sembuh. ia sembuh. nafasnya tidak lagi sesak. jantungnya kembali berdetak normal. ia menghirup nafas dengan ringan. yah ringan, sangat ringan. sejenak ia tertunduk, bersyukur kepada Allah SWT, "ya Robb.. terlalu banyak nikmat yang telah Engkau berikan.. Maafkan dosa-dosa ku...", s eketika airmatanya mengalir, tanda syukurnya yang dalam, terhadap apa yang telah Tuhan berikan.
ia berbisik di dalaam hatinya, "sungguh, tak ada secuil pun nikmat Tuhan yang aku dustakan, terimaksih Allah, aku percaya, inilah cara_Mu menunjukkan betapa cintanya Engkau kepada ku, inilah cara lembutmu untuk menepuk pundak ku, agar aku tersadar, hingga aku tak terlena dengan dunia yang menghinakan, semoga sakit ku ini menggugurkan dosa-dosaku dan menggembalikan ku pada diri yang fitri, terimakasih Allah untuk kehidupan ini".
# Semoga perjalanan hidup Sang Gadis selalu di Ridhoi oleh Allah SWT. aamiin.
0 komentar:
Posting Komentar