Minggu, 14 April 2013 - 0 komentar

Alam Mengajarkan


Aku tau, kita semua, sebagian besar pasti pernah mendengar atau membaca kalimat ini, "daun yang gugur tak pernah membenci angin", kalimat milik penulis Tere liye yang tertulis pada sebuah novel karyanya. Aku tak tau bagaimana isi novel itu, karena aku belum membacanya.

Tetapi aku hanya mencoba mencerna dan memahami maknanya.

Iyah, benar.
Daun yang gugur tak pernah membenci angin,

sama halnya dengan nasi yang kita kunyah tak pernah menjerit kesakitan,
atau rumput yang diinjak tak pernah memaki kaki yang menginjak,

toge tak pernah marah pada Tuhan kenapa ia diciptakan begitu kerdil..

Pinus tak pernah mengeluh pada Tuhan kenapa ia diciptakan begitu tinggi menjulang, sehingga angin dengan mudah menamparnya dengan sesuka hati..

Air tak pernah memaki Tuhan mengapa ia dikodratkan untuk selalu berada pada tempat yang terendah,

iyah tak pernah,
alam begitu banyak memberi pelajaran pada kita,

mereka tak pernah mengeluh, semuanya tak pernah mengaduh.
Mereka semua pasrah pada ketetapan Tuhan untuknya.

Mereka seakan menyerahkan diri seutuhnya pada ke-Mahaan_Nya.

Sungguh,
mereka mengajari kita bagaimana menjadi muslim yang utuh,
mengajarkan pada kita bagaimana ketaatan,
tanpa protes..

Mereka juga mengajarkan pada kita tentang keikhlasan,
tentang ketaatan,
tentang kepasrahan,

kepasrahan yang disertai dengan ilmu_Nya,
dan ilmu yang mendekati kita pada_Nya,

dan dengan kedekatan itu, kita belajar mencintai_Nya selalu,
mencintainya dengan cara dan semampu kita,
sehingga kita bisa mempersembahkan cinta terhebat kepada_Nya,
tanpa keterpaksaan..

"tidak ! Barang siapa menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah, dan berbuat baik, dia mendapat pahala di sisi Tuhan nya dan tdk ada rasa takut pada hati mereka, dan mereka tidak bersedih hati."
Qs. Al-baqarah : 112

berawal dari status FB tanggal 20 Januari 2013

0 komentar:

Posting Komentar

SEJARAH HANYA DITULIS DENGAN NUANSA DUA WARNA, HITAM TINTA PARA ULAMA, DAN MERAH DARAH PARA SYUHADA