Jumat, 19 April 2013 - 0 komentar

Rasakanlah !!


kau tau,
buku-buku yang kau baca, tak akan berubah menjadi ilmu, jika semuanya masih dalam rangka kata-kata yang kau tulis ulang dan berhenti pada pengertian-pengertian saja.

berapa banyak buku yang kau baca,
semua tak ada gunanya, jika apa yang kau baca hanya kau transfer ke dalam otakmu menjadi pengertian-pengertian yang panjang.

misal, buka syekh Ibnu Atha'illah yang ada di tangan mu saat ini,
buku al-hikam yang selalu kau jadikan sumber motivasi bagimu,
sesudah al-qur'an nan mulia.

benar, bagi syekh atha'illah, semua yang beliau tulis dan sampaikan sudah menjadi ilmu bagi beliau,

tapi tidak bagimu.

engkau baru membacanya.

tapi bukan berarti pengertian-pengertian yang kau baca dari bukunya, tidak bisa kau transfer menjadi ilmu pula bagimu.

kau bisa.

apa yang kau baca, kau pahami, kau ketahui dari rangkaian kata dan pengertian-pengertian itu bisa berubah menjadi ilmu jika engkau telah berhasil merasakannya.

merasakan apa yang engkau ketahui.
merasakan apa yang engkau pahami.

ubahlah pengertian-pengertian yang tertulis di dalam kitab al-hikam ini menjadi sebuah rasa..

engkau bingung??

kalau bingung, berarti engkau belum memiliki ilmunya,

karena memang penggertian itu membingungkan.
sungguh.

atau mungkin karena ilmu mu yang belum sampai kesana,
makanya engkau bingung.
benarkah begitu wahai diri??

hmm, bukan-bukan.
bukan ilmu kita yang belum sampai kesana.

tapi pengertian itu memang belum menjadi ilmu bagi kita
makanya sulit dan membingungkan.

lalu bagimana membuatnya agar menjadi ilmu?

yah, kembali lagi, kuncinya ada di 'rasa'.

rasakan apa yang sedang engkau baca,
rasakanlah..
rasakanlah..

dan ubah energi rasa itu menjadi ilmu bagi mu.

ilmu yang berwujud gerak, ucapan, komitmen dalam  keseharianmu..

tanpa rasa, semua yang engkau ketahui hanya berhenti pada pengertian-pengertian saja.

tanpa rasa, tulisan-tulisan apapun yang engkau baca, tak akan berubah menjadi ilmu.

pengertian-pengertian atau kata-kata itu hanya sekedar kisah atau dalil-dalil saja, mungkin teori kata orang.

misalnya al-quran.
benar, alquran itu firman dari Allah SWT.
seluruh isi al-quran itu benar.
tak usah diperdebatkan lagi.
pokoknya seluruh isi al-quran itu benar.
benar dan tak terbantahkan. titik.
habis perkara.

tetapi, isi al-quran itu hanya akan menjadi kisah-kisah dan dalil-dalil saja,
jika kita tidak bisa merasakannya.

oleh karenanya, raih dan rasakanlah..
apa yang tertulis di dalam al-qur'an..

pahamilah, bahwa teori itu bukanlah sejatinya ilmu.  teori apapun itu.

maka rasakanlah apa yang engkau ketahui,
rasakanlah apa yang engkau pahami,

karena sejatinya, rasa adalah sesuatu yang gaib.
atau  rasa itu sejatinya adalah Ruh kehidupan.

maka rasakanlah..

#saya merenung, saya mencari, saya belajar memahami tentang hakikat rasa.
saya tidak melihatnya, tapi saya merasakannya.
"Robb.. aku yakin Engkau ada di dekatku”.

#sedangmenasehatidirisendiri.

berawal dari status FB

0 komentar:

Posting Komentar

SEJARAH HANYA DITULIS DENGAN NUANSA DUA WARNA, HITAM TINTA PARA ULAMA, DAN MERAH DARAH PARA SYUHADA