Sabtu, 20 April 2013 - 0 komentar

sempurnakan iman

Ini tentang cinta..

Suatu hari, Umat bin Khatab berkata kepada Rasulullah SAW, “ya Rasulullah, aku mencintaimu seperti aku mencintai diriku sendiri”

Lalu mendengar perkataan itu, Rasulullah SAW tersenyum dan berkata “Tidak wahai Umar, Engkau harus mencintaiku melebihi cinta mu pada dirimu sendiri”,

“Ya Rasulullah, jika engkau memintaku untuk mencintai mu melebihi cintaku pada keluarga, anak-anak dan harta benda ku, mungkin aku bisa. Tetapi bagaimana mungkin aku bisa mengalahkan cintaku pada diriku sendiri, demi mencintai mu ya Rasulullah.. “, ujar umar kepada Rasulullah.

“kalau begitu umar, masih belum sempurna iman mu..”,  kata Rasulullah SAW kepada Umar.

Seketika itu, Saidina Umar tertunduk kepada Rasulullah SAW,  lalu berkata “kalau begitu ya Rasulullah, Mulai saat ini engkau lebih ku cintai dari apapun di dunia ini”,

“nah, begitulah wahai Umar, sekarang  iman mu telah sempurna”.

Subhanallah, begitu mudahnya sang Umar  menata ulang hatinya.   Jika kita lihat persoalan cinta bukanlah persoalan yang sederhana, ia butuh  perjuangan dan  pengorbanan untuk memahaminya. 
 Ketika membaca sepenggal kisah ini, terlintas pertanyaakan pada diri, bagaimana dengan iman ku? sudah kah aku mencintai Rasulullah melebihi cintaku pada diri ku sendiri??

aku hanya selalu berharap agar Allah SWT membimbing dan memberi kekuatan pada hati ku untuk terus menata cinta ini dengan Nur-Nur dan Rahasia-Rahasia_Nya, yang tertuju hanya kepada_Nya saja.
Yah hanya kepada_Nya saja, tidak kepada selain_Nya.

Hari ini, mungkin saja kita termasuk hamba-hamba yang takut kepada Allah SWT, mungkin saja kita termasuk hamba-hamba yang ikhlas kepada Allah SWT, mungkin saja kita termasuk hamba-hamba yang Rindu kepada Allah SWT, dan mungkin saja juga termasuk hamba-hamba yang berharap dan cinta kepada Allah SWT.

Yah mungkin saja.

Tetapi semua itu, takut, harap, ikhlas, rindu  dan cinta kita kepada Allah SWT belum tentu bisa mengantarkan kita pada kedudukan hamba-hamba yang mencintai dan dicintai oleh_Nya.  Belum tentu semua itu bisa mengantarkan kita pada kedudukan yang istimewa dimata_Nya, karena masih ada segelintir perasaan yang menyatakan “kita (*juga masih) mencintai dunia ini, berakar-akar hingga kedalam hati”. 

Yah mungkin saja.

Aku hanya selalu berharap agar Allah SWT selalu membimbing dan memberi kekuatan pada hati ku  untuk terus menata cinta ini dengan Nur-Nur dan Rahasia-Rahasia_Nya, yang tertuju hanya kepada_Nya saja, menjadikan cinta terurai menjadi sebuah laku. Karena cinta tidak hanya berhenti pada lisan dan tesimpan di dalam hati saja, ia juga harus diekspresikan menjadi sebuah laku.  Indah dan mengindahkan.

0 komentar:

Posting Komentar

SEJARAH HANYA DITULIS DENGAN NUANSA DUA WARNA, HITAM TINTA PARA ULAMA, DAN MERAH DARAH PARA SYUHADA