Senin, 15 Juli 2013 - 0 komentar

Balimau oh Balimau..


Terkadang memang, tradisi yang sudah turun temurun atau mendarah daging sulit sekali untuk diubah.

yah sulit, meski sulit, bukan berarti kita ___generasi yang hidup hari ini___ tidak bisa merubahnya.
InsyaAllah bisa, 

apalagi jika kita sudah mengetahui baik buruknya, benar salahnya. 

sobat, pernah dengar dengan istilah 'bunga rampai' ?

saya yakin pasti pernah.

bungaa yang di kumpulkan sebanyak tujuh jenis, lalu diracik kecil-kecil. 

jika kita melihatnya, hati terpesona karena indah warna-warninya.

jika kita menciumnya, hmm.. wangi sekali.

dulu, waktu saya kecil-kecil, seingat saya _waktu masih SD_ jika bulan puasa tiba, seluruh warga membelinya untuk dijadikan air kembang lalu dicampur dengan jeruk purut yang (juga) sudah diracik-racik, setelah itu air tadi diguyur ke seluruh badan, dulu istilahnyaa kalau di tempat saya 'mandi kembang.' 
sehari sebelum bulan ramadhan tiba, ketika sore harinyaa, siapa yang sudah mandi kembang, pasti bangga dan senang. 

"eh kamu udah mandi kembang gak? aku udah loh.. ciumlah rambutku, harum kan?"
"eh aku jugaaa sudaaah.. nee rambutku jugaa sudah harum kan?"

tak kalah, emak-emak juga seperti itu.

pernah ada pertanyaan yang terlontar oleh ku pada emak, 

"makk kenapa kitaa harus mandi kembang?" tanya ku, lalu emak menjawab 
"mandi ajalah... biaarrr segarrr... ", jawab mak singkat.

ya sudah, saya kecil, yang penurut dan baik hati (*hehe) menurut saja apa kata emak. 

tetapi, setelahnyaa, semenjak saya SMP, tradisi mandi kembang sudah tidak lagi dilakukan di rumah, lalu, saya bertanyaa lagi pada emak, 

"makkk.. kok kita gak mandii kembang? besokkan puasaaa?" tanya ku lugu.
"mandi ajalah seperti biasaa, keramas aja rambutnyaaa.. ", kata emak. 

aku pun menurutinyaaa. 

tahun berikutnya, aku masih bertanya pada makk, "makkk.. kok kita gak mandii kembang? besokkan puasaaa?" tanyaku. 
"ndak usah lagi, ndak paEdah, ndak ada agama kita mandi-mandi kembang doo...", jawab emak.

semenjak itu, di tahun-tahun berikutnya, tradisi 'mandi kembang' tak lagi ada di rumah ku. (*alhamdulillah)

tetapi, setelah saya tiba di padang, saya menemukan tradisi ini dengan istilah yang berbeda, bukan mandi kembang tetapi balimau. 

saya pernah bertanyaaa di dalam hati, "ini sebenarnyaa tradisi siapa sih? hebat benar nenek moyang kitaa, tradisi mandi kembang sampai kemana-mana, terus salah satu adat yang ada di negera ini juga ada mandi kembangnyaa, kalau kawinan pasti ada pakai mandi kembangnya, wah hebat benar si 'mandi kembang', ada apa dengannya, kok sepertinyaa sakral betul? ", bisik hati ku.

"apa mungkin ini tradisi agama hindu, lalu kita yang beragama islam juga ikut-ikutan? kan pertama kali agama yang ada di indonesia ini agama hindu, liatlah orang hindu itu kan suka mandi kembang.. ", bisik hati ku lagi. (*ehhh.. ini hanya pemikiran ku yang sampai saat ini belum ku cari pembenaranyaa, dari mana tradisi ini bermula)

setelah saya perhatikan, waahh ternyata mandi kembang, atau istilahnya (disini) balimau, agak lebih modren, balimaunyaa gak di rumah, tapi di batang-batang aia, di kolam renang, atau di mana saja yang bisa ngumpul ramai-ramai. 

saya semakin terkagum-kagum melihatnyaa, tak jarang, pergi balimau dengan menggunakan truk-truk besar dan membawa warga sekampung.

wah, semangat dan kebersamaannya sungguh sangat luar biassaa. 
saya selalu berdecak kagum, tak jarang, jalanan juga jadi macet, karena orang-orang sedang mandi 'di tepi jalan', ramai-ramai,
tak hirau lagi, laki atau perampuan, semua berbaur menjadi satu,
tertawa riang.

# saudaraku seiman, saya hanya mengingatkan saja, karena masih segar di ingatan saya, ketika saya mendengar ceramah dari salah satu ust MUI sumbar, beliau mengatakan bahwa 'balimau' itu ndak boleh, karena lebih banyak mudhorat daripada manfaat, tetapi banyak masyarakat yang tidak mengiraukannya, karena balik lagi, sudah menjadi tradisi. 

# wahai generasi muslim yang sudah modren, yang hidup di jaman teknologi, yang sudah bisa mendapatkan ilmu di mana-mana, yang sudah bisa menyebarkan kebaikan lewat apa saja, sampaikanlah pada keluarga, ayah,ibu, sanak saudara,handaitaulan, siapa saja yang belum mengetahui, katakanlah bahwa balimau itu tidak ada dalam agama kita, islam nan mulia, al-qu'ran dan hadist tidak ada membicarakannya, dan para ulama pun menyepakati bahwa itu tidak boleh. kalau mau mandi segar-segar, mandi saja di rumah, sepuasnyaa. mandi ditempat umum, yang pasti terbuka lebar dan berbaur antara laki dan perampuan, hanyaa akan menambah kesia-sia-an hari, waktu dan umur kitaa. takutnyaa Allah menjadi murka. 

# hari ini kitalah genarasi muslim itu, hari ini kitalah yang akan menyampaikan kebenaran itu. sampaikanlah. insyaALLAH, kitalah generasi yang akan membangun peradaban yang beradab itu, dengan menjadikan Al-Quran dan Sunnah menjadi pedoman kita, dengan mengembalikan semua kepada Allah SWT saja. semoga Allah memberkahi. aamiin Ya Robb. 

# ya Robb, dengan izin_Mu, berkahilah Ramadhan yang akan kami jalani. aamiin. 

|semoga bermanfaat|

berawal dari status FB, 7 Juli 2013

0 komentar:

Posting Komentar

SEJARAH HANYA DITULIS DENGAN NUANSA DUA WARNA, HITAM TINTA PARA ULAMA, DAN MERAH DARAH PARA SYUHADA