Sabtu, 27 Juli 2013 - 0 komentar

Ini tentang IMPIAN DAN AZZAM

Senja itu, beberapa tahun yang lalu, Aku dan seorang saudari ku baru pulang dari kajian mingguan yang sudah menjadi rutinitas kami.  Dalam perjalanan, kami saling bergandengan tangan.  Kaki kami menyusuri jalan setapak demi setapak.  Kami bercerita, bertukaran pikiran dan sesekali tertawa riang.

Saat itu senja di hiasi dengan butiran gerimis yang lembut, kami sepakat untuk berteduh sebentar di warung gorengan sambil menikmati hangatnya bakwan dan tahu goreng.  Saat di gubuk, kami tetap berbagi kisah dan bercerita bertukar pengalaman.

“Elsaa.. kamu siap untuk berada di jalan ini?” katanya.

Aku mengerti maksud dari pertanyaan saudari ku itu, Ia bertanya keseriusan ku untuk berada di jalan dakwah yang sedang kami susuri, jalan Nabi dan Rasul nan mulia, jalan orang-orang sholeh dari masa ke masa,  boleh dikatakan kami adalah generasi pemula yang mencoba belajar berada di sini dan hidup di kelilingi dengan orang-orang sholeh yang akan membawa kami ke jalan yang Allah ridhoi, InsyaALLAh.

Aku mengereyitkan kening ku ketika mendengar pertanyaannya, seketika Aku langsung tersenyum, “Yah.. insyaALLAH.. Aku siap dengan segala kosekuensi yang adaa..”, kata ku penuh yakin.

“yaah Saa.. jalan yang tengah kita susuri ini bukan jalan orang-orang biasaa,  kita harus kuat berada di sini, jika tidak kita hanya akan menjadi pecundang yang akan menyusahkan umat.. “, jawabnyaa lagi.

“emang kenapa?  Ada yang memberatkan hatimu..?” tanya ku lagi.

“tidak.. tidak adaa.. benar kata mu kita harus siap dengan segala kosekuesi di jalan ini..”, katanya.

“Jika kita sudah berazzam di jalan dakwah, jalan yang InsyaALLAH ALLAH cintai, maka kita hari ini bukanlah kitaa yang sebelumnyaaa, kitaa tidak sama dengan wanitaa yang lain…”, sambungnyaa..

“yaah… benar.. jika wanita-wanita di luar sana dengan senang hati mengumbar syahwat dan cintanya kepada orang yang tak halal bagi dirinya, maka kita harus bisa menahan diri untuk tidak demikian.. “, ujar ku.

“duniaa ini begitu mengiurkan.. “, sambungnyaa.

“kita harus kuat dari tawaran dunia yang menggiurkan..”, sambungku.

“bagaimana kalau seandainyaa nanti tak ada seorang lelaki pun yang datang pada kita karena jilbab yang kita kenakan dan azzam yang kitaa pancangkan di dalam hati ini?” tanyaanyaa.

“kitaaa haruss terima kosekuensinyaaa, jika kita harus menjadi perawan tua demi menjaga kemuliaan diri, itu lebih baik, dari pada kita memiliki keturunan tetapi diri kita hina di mata Allah SWT dan Rasul_Nya. kita harus kuat, jika memang jodoh tak kita temui di dunia ini, mungkin Allah mempersiapkan yang terbaik untuk kita di syurga sana,  tetapi tau kah kau ?”, tanya ku padanya.

"tidak mungkin ketika kita menjalankan perintah Allah SWT lalu Allah SWT mengabaikan kita, tidak mungkin ketika kita selalu mencoba untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT lalu Allah SWT meninggalkan kita, justru sebaliknya, ketika kita berjalan  menuju kepada Allah SWT, Allah SWT akan berlari menuju ke arah kita,  ketika kita berazzam kan diri hanya untuk Allah SWT, Allah SWT akan menyambut kitaa, Allah SWT tak akan menelantarkan kitaa di dunia ini..", sambung ku lagi.

“yahh engkau benar, hari ini impian kita hanya kepada Allah SWT, jika memang kelak tidak ada seorang pun yang datang kepada kita, maka ingatlah hari ini, tentang azzam yang telah kitaa tekadkan bersama di dalam hati, bahwa  kita haruss kuat. Kita kuat !! Allah SWT tak akan menelantarkan kita, jika pun ternyata kehidupan dunia tak berpihak kepada kita, maka masih ada kehidupan akhirat yang selalu menjadi impian kitaa.. ” katanya sambil mengepalkan tangannya.

“meski nanti kita akan di hina, kita akan di caci, kita akan di kucilkan karena pilihan hidup kita, kita tetap harus kuat !!”, kata ku lagi.

“yahh engkau benar.. hari ini kita hanya ada dua pilihan, istiqomah atau mati dalam keadaan kafir..” tambahnyaa.

“yah.. tentu aku dan engkau memilih untuk selalu istiqomah, meski itu sangat berat.  Kau tau? menikah itu hanya sebuah ketidak pastiaan..”, tanyaku padanyaa,

“yaah.. menikah hanya sebuah ketidak pastian, kita tidak tau bagaimana ke depannya, sedangkan kematiaan adalah sebuah kepastian, dan kitaa sudah yakin akan merasakannyaa.. “, ujarnyaa

“oleh karenaanya kita lebih baik mempersiapkan kematian kita, dari pada membiarkan diri untuk tenggelam dalam kemerlapnyaa duniaa..”, tambahku lagi..

"iyaah.. mempersiapkan kematiaan dengan terus belajar untuk selalu taat kepada_Nya, ketika kita terus berusaha memperbaiki diri, barangkali nanti Allah SWT berikan door price kapada kita suami yang sholeh.." katanya.

"yapp.. engkau benar, Allah SWT juga sudah berfirman bahwa wanita-wanita yang keji untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji untuk wanita-wanita yang keji, begitu juga sebaliknya, wanita-wanita yang baik untuk laki-laki yang baik, laki-laki yang baik untuk wanita-wanita yang baik (QS. An-Nur :26)",
kami hampir bersamaan melafalkan ayat yang sudah Allah SWT tegaskan ini, sambil sedikit saling senyum.

“Kau kenal dengan seorang sufi Rabiah Adawiayah ?” tanyanyaa..

“yah Aku sangat hapal dengan perkataannya, “jika Allah memasukkan ku ke dalam surga_Nya karena Ia membenci ku, maka aku akan menolaknya, tetapi jika Allah memasukkan ku kedalam neraka_Nya karena Ia mencintaiku, maka aku akan menerimanya dengan segala senang hati..” jawab ku.

“yaah.. tetapi itu pernah menjadi perdebatan oleh para ulama..”, katanya.

“kenapa?” tanya ku

“karena tidak mungkin Allah memasukkan hamba yang di cintai_Nya ke dalam neraka..”, jelasnya.

“yah engkau benar.. tapi kadang begitulah ungkapan hati seorang yang tengah jatuh cinta dan tergila-gila pada Tuhannya, kata-katanya terkadang  tidak masuk logika..”, jelasku.

“yah mungkin engkau benar, taukah kau bahwa Rabiah Adawiyah tidak menikah?”

“iyaaah.. dia sebenarnyaa telah pernah menikah, lalu bercerai, setelah itu ia menyerahkan diri seutuhnyaa kepada ALLAH SWT”. Tambahku

“cinta Rabiah sangat menakjubkan..”, tambahnya.

Kami sangat menikmati gorengan di bawah gubuh tua di senja itu, bersyukur kepada Allah SWT karena telah mempertemukan ku dengan orang-orang sholeh.


*YA ALLAH.. masukkan aku ke dalam golongan orang-orang yang mencintai dan Engkau cintai, bimbing selalu hati ku untuk selalu istiqomah di jalan_Mu, untuk selalu istiqomah di dalam kebaikan.

*YA ALLAH..  mohon ampun kepada_Mu, ampunilah Aku.. pilihlah aku, untuk menjadi hamba pilihan_Mu..

*YA ALLAH.. aku hamba yang lemah, penuh salah dan dosa, jika Aku bersalah, jangan biarkan Aku untuk terus larut dalam kesalahan ku, jika Aku berdosa, jangan jadikan hati ku keras membatu sehingga tak lagi merasakan indahnya kebaikan dan nikmatnyaa berada di dekat_Mu..

*YA ALLAH.. berikan kepada ku jodoh yang bisa selalu mendekatkan ku kepada_Mu, yang membimbingku menuju ridho_Mu, yang mangantarkan ku ke Syurga_Mu, yang saling meneguhkan hati-hati kami untuk cinta pada jalan_Mu ini, yang menjadikan aku tempat berbagi di kala suka dan dukanya, yang bisa mencintai ku karena_Mu dan apa adanya diri ku, yang menenagkan hati ku ketika aku berada di dekatnya, dan jodoh yang bisa membimbing ku dan anak-anak kami menjadi generasi Rabbani, generasi pencinta dan penghapal Al-qur'an, generasi yang di nanti-nanti  umat ini... 

*YA ALLAH.. terimalah aku, telah ku serahkan jiwa, raga dan hati ku kepada_Mu.. hanya kepada_Mu..

aamiin aamiin aamiin ya Robbal'alamin.....



0 komentar:

Posting Komentar

SEJARAH HANYA DITULIS DENGAN NUANSA DUA WARNA, HITAM TINTA PARA ULAMA, DAN MERAH DARAH PARA SYUHADA