Rabu, 17 Juli 2013 - 0 komentar

Ma.. aku ingin jadi anak laki-laki saja (*repost)


ma.. kalau begini aku ga mau jadi anak perampuan,
aku mau jadi anak laki-laki saja,
hiks.. hiks..

biarkan saja,,
walaupun katanya keutamaan wanita lebih banyak dari para lelaki,
biarkan aja,
aku ga peduli,

walaupun katanya doa wanita lebih makbul dari pada laki-laki karena sifat penyanyangnya, biarkan saja.
walaupun katanya satu wanita sholehah lebih baik dari 1000 laki-laki sholeh, biarkan saja.
walaupun katanya wanita yang apabila sholat lima waktu, puasa di bulan Ramadhan, memelihara kehormatannya, serta taat pada suaminya, akan masuk dari pintu surga mana saja yang dia kehendaki, biarkan saja.

biarkan saja semua itu. aku tidak peduli.

hiks.. hiks..

maa.. aku ingin jadi anak laki-laki saja,
biar tak ada jeda untuk ku bercengkrama dengan_Nya,
biar tak ada alasan untuk ku bisa berjauh-jauhan dengan_Nya,

maa.. aku ingin jadi anak laki-laki saja..
biar aku bisa selalu dekat dengan Tuhan ku..
biar aku bisa selalu bermesra-mesra dengan Tuhan ku..

maa.. kenapa tamu yang tak di undang ini  selalu datang pada waktu yang tak aku harapkan,
selalu datang pada moment yang tak aku inginkan,
pada waktu ketika aku ingin berdekat-dekat dengan Tuhan ku,
ketika aku ingin bermesra-mesra dengan Tuhan ku,
ketika aku ingin tenggelam dalam nikmatnya sujud panjang pada Tuhan ku..

maa..
hikss..hiksss..
aku selalu berkeluh kesah pada mu tentang ini.
dan engkau selalu menjawab, "ini fitrah sebagai anak perampuan".

maa..
kalau begini aku tak ingin jadi anak perampuan.
aku ingin jadi anak laki-laki saja.

aku cemburu pada mereka yang bisa bercengrama dengan_Nya,
aku cemburu pada mereka yang tenggelam dalam bacaan qurannyaa.
aku cemburu pada mereka yang menangis dalam sholatnya..
aku cemburu pada mereka yang bisa berdekat-dekat dengan Tuhan nya..
aku cemburu pada mereka yang menangiis karena takut dengan dosa-dosanya..
aku cemburu pada mereka yang bisa menagis tersedu-sedu karena cinta Tuhan nya..
aku cemburu maaa..

maa...
kata temanku malam ini di bulan ada pesta
Pesta besar dengan hidangan besar
Hanya tamu istimewa saja yang di undang hadir
katanya ia ingin pergi ke bulan yang lebih baik dari  seribu bulan
dan katanya dia sudah memesan tiket itu dua minggu yang lalu..

maa.. aku sedihh..
aku juga ingin ikut dalam pesta besar dengan hidangan besar itu,,
aku juga ingin ikut maa..
aku juga ingin menjadi tamu istimewa itu..
aku juga ingin merasakan nikmatnya hidangan besar itu..
aku juga ingin maaa...

tapi kenapa tamu tak di undang ini datang.
padahal aku juga sudah memesan tiket itu,
dari sebelas bulan yang lalu..
hiks.. hikss..

maa..
Tuhan pasti tau kalau aku sudah lama menantii pesta itu,
Tuhan pasti tau betapa aku merindukan suasana itu,
Tuhan pasti tau kalau aku juga ingin menjadi tamu istimewa itu,

tapi kenapa Tuhan mengirimkan tamu yang tak di undang ini kepadaku,,
sehingga aku tak bisa menghadirinya,
sehingga aku tak bisa menikmati nikmat suasananya,
padahal pesta itu hanya tinggal hitungan jam saja,,
padahal aku sudah menyusun rencana indah untuk menyambut pesta itu,

yah,, aku sudah menyusun semuanya,,
aku ingin mengatamkan quran ku sekali lagi ketika pesta itu,
aku ingin menyelesaikan bacaan dari arti quran ketika pesta besar itu,
aku ingin memaksimal kan waktu ku yang tinggal tak seberapa ini,,
dan aku  juga sudah menjaga stamina ku agar aku bisa melakukan semuanya dengan baik,

maa...
baleh kah aku marah kepada Tuhan ??
hiks.. hikss..

maa..
apakah Tuhan tak ingin aku berdekat-dekat dengan_Nya di pesta besar itu ?
apakah Tuhan tak ingin aku bermesra-mesra dengan_Nya ?
apakah Tuhan tak mau mendengar rintahan dosa ku ?
apakah Tuhan benci dengan air mataku?
apakah Tuhan benci mendengar isak tangis ku ?
apakah Tuhan tak suka dengan sujud panjang ku ?
apakah Tuhan sedang marah kepada ku??
sehingga Ia tak mengizinkan aku untuk datang pada pesta besar itu,
sehingga Ia tak memilih aku untuk menjadi tamu istimewa di antara mereka yang istimewa,,

maa..
apakah Tuhan jahat?
apakah Tuhan benci pada ku?

aku tau,
meski aku masih banyak compang camping di sana sini,
meski aku belum layak untuk menjadi tamu istimewa,
meski aku masih banyak kekurangan,

tapi aku ingin berdekat-dekat dengan_Nya ketika pesta besar itu tiba,
aku ingin maaa,,,
sangat ingin,,
Tapi kenapa Tuhan tak memilih ku,

maa,,,
apakah benar Tuhan membenci ku?

oh malangnya aku jika itu benar adanya,

kemana kakiku akan melangkah,
jika Ia yang ku cinta memalingkan wajah_Nya dari ku,
kemana aku akan bersandar,
jika Ia yang ku cinta tak ingin berdekatan dengan ku,,

maa..
jika memang mungkin aku belum pantas untuk merasakan nikmatnya suasana itu,
jika memang mungkin aku belum pantas untuk hadir di pesta besar itu,
jika memang mungkin aku belum pantas untuk merasakan semua itu,

biarkanlah,
biarkan aku meratapi nasib ku yang malang ini,
biarkan aku menangis sejadi-jadinya,

biarkanlah,
mungkin memang aku belum pantas untuk itu semua.
mungkin aku memang belum pantas untuk menjadi tamu istimewa itu,

biarkanlah aku pada diriku,
biarkan..

dan aku akan selalu berusaha untuk menjadi pantas,
dan aku akan berusaha agar aku bisa termasuk kedalam golongan orang-orang yang istimewa itu,

biarkan saat ini aku meratapi nasib malang ku.
biarkan.

biarkan semua berjalan sesuai dengan kehendak_Nya.

Duhai Tuhan ku..
ampuni aku, jika memang dosa-dosa ku terlalu banyak,,
sungguh Tuhan,
aku tak akan mampu memikul dosa-dosa itu,
ampuni lah dosaku,
jangan Engkau jadikan dosa ku sebagai hijab antara aku dan Engkau,
jangan Tuhan,,
ku mohon,,,,
aku tak sanggup jika itu benar terjadi,,
ampunilah dosaku Tuhan,

Duhai Tuhan Seluruh Alam,
jika mungkin aku belum bisa menjadi hamba pilihan di Ramadahan kali ini,
ku mohon,
pertemukan aku dengan Ramadahan selanjutnya,
dan pilihlah aku untuk menjadi hamba pilihan_Mu
yang bisa merasakan nikmatnya malam-malam terakhir ramadhan_Mu,
yang bisa sujud panjang pada malam-malam terakhir ramadhan_Mu,
yang bisa bermesraan pada malam-malam terakhir ramadhan bersama dengan_Mu,
ku mohon,
pilihlah aku Tuhan..
izinkan mata ku menangis pada sepertiga terakhir dari bulan yang penuh berkah pada ramadhan yang akan datang,
pada malam yang dimuliakan dari malam-malam yang lainya,,
pada malam yang Engkau janjikan penuh keberkahan,
pada malam yang lebih baik dari seribu bulan,
pada malam yang ketika itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan.
pada Malam yang penuh kesejahteraan sampai terbit fajar

izinkan aku Tuhan,
ku mohon,
izinkan aku,
izinkan aku merasakannya semua kenikmatan itu.

izinkan aku, menghiasi kehinaan ku dengan keindahaan magrifat_Mu.


#Duhai Allah yang Maha Pengampun, ampuni aku,
bukan aku suuzon kepada_Mu,
bukan aku tak percaya pada_Mu,
ini hanya kegundahan hati hamba_Mu yang dhoif.
ku yakin Engkau mengerti.

padang, 25 Ramadhan 1433 H.

0 komentar:

Posting Komentar

SEJARAH HANYA DITULIS DENGAN NUANSA DUA WARNA, HITAM TINTA PARA ULAMA, DAN MERAH DARAH PARA SYUHADA