Bismillahirahmanirahim,
Huff.. nafasku kembali sesak, terasa ada yang mengganjal di korongkonganku ketika aku mengingat pertanyaan dari seseorang padaku tentang keberadaan Tuhan, Allah SWT. Pertanyaan itu diberikan kepadaku sekitar 2,5 tahun yang lalu, sampai kini ia masih terngiang-ngiang dalam otak dan alam bawah sadarku, aku tak akan melupakannya.
“APA YANG KAMU SEMBAH ELSA? ALLAH HANYA SEBUAH NAMA.”
Yah begitulah pertanyaan yang ku dapatkan di messenge facebook ku. Diskusi panjang padanya, sebenarnya bukan diskusi sih, tapi ia lebih meremehkan (*astagfirullahalazim) Allah SWT, Tuhan-ku dan juga Tuhan-nya. Sempat emosi ketika aku berdiskusi panjang padanya, tapi emosiku ku luahkan dengan rangkaian kata yang terindah, agar ia tetap senang membaca jawabanku dan berharap ia dapat merasakan hakikat kebenaran Tuhan. Aku hanya menyampaikan, dan apakah ia dapat merasakan, itu Urusan Allah SWT yang lebih tau segalanya. (*semoga allah membuka pintu hatinya.aamiin).
Hhm, di sini saya mencoba berbagi sedikit yang saya ketahui. Mencoba merangkai dengan gaya bahasa sendiri, menguraikan jawaban dari pertanyaan yang pernah saya dapatkan itu (*pertanyaan diatas). Saya berfikir, Barangkali hal ini juga bermanfaat untuk yang lain. Mudah-mudahan.
Hm, saya bukan seorang kiyai, seorang sufi, seorang syekh, alim ulama, bukan hafis al-quran, bukan seorang yang bisa mentafsir alquran. Bukan. Sungguh saya tak punya ilmu tentang itu. Saya hanya seorang hamba Allah yang mencoba terus mencari ilmu_Nya untuk pegangan hidup di dunia yang penuh dengan hawa nafsu yang hina. Yah itulah saya, InsyaAllah.
Di sini saya hanya Hamba Allah SWT yang tulus berbagi, tulus berbagi karena_Nya terhadap pengetahuan yang saya ketahui walau hanya sedikit, yah sedikit sekali. Mungkin jika dilihat di toko-toko buku, kita akan banyak menemukan buku-buku hebat dari orang-orang yang luar biasa ilmunya. Yusuf al-qordawi, Dr. Aidh al-Qarni, syaihk kamil Muhammad uwaidah, atau banyak lagi yang lain, yang pasti sangat luar biasa ilmu mereka. Tapi di sini, saya mencoba menulis apa yang saya ketahui atau apa yang saya baca dari buku syaikh-syaikh yang hebat tersebut. (*semoga Rahmat Allah selalu tercurah untuk mereka, aamiin).
Semoga Allah SWT selalu meluruskan niat kita, banyak setan yang akan menghantui, semoga Allah melindungi kita dari bisikan setan yang terkutuk. Aamiin.
Sebelumnya, buat apa kita mengenal Allah SWT? Coba tanyakan pada hati kita masing-masing? Buat apa?
Adakah alasan-alasan duniawi yang kita dapatkan dari jawaban yang terbesit dihati?
Atau memang tak ada alasan yang dicari-cari. Memang ingin mengenal Allah. Yah hanya itu saja. Tak ada alasan lain, hanya itu.
Semoga saja memang seperti itu.
Hanya ingin mengenal Allah SWT, agar bisa mencintai_Nya dengan Tulus.
Teringat akan Hadist Rasulullah SAW, man arafa nafsahu faqad arafa Rabbahu, yang mengenal dirinya akan mengenal Tuhan-nya.
Yah itulah Hadis yang saya ingat jika ada yang bertanya tentang Allah SWT.
Sejauh mana kita mengenal diri kita sendiri, sejauh itulah kita mengenal Tuhan, Allah SWT. Hmm, mungkin sedikit membinggungkan, kenapa untuk mengenal Tuhan, harus mengenal diri sendiri, selaku hamba_Nya? Bagaimana bisa hamba disamakan dengan Tuhannya?. Hmm mungkin inilah sedikit pertanyaan yang akan terbesit di hati kita, ketika membaca hadist dari Rasulullah SAW, kekasih Allah SWT ini. tapi, semua perkataan Rasullullah benar. Tak ada yang salah. Jadi bagaimana maksudnya?
Sejatinya manusia antara jasad dan ruh. Jika kita lihat diantara keduanya, mana yang sejati?
Tentunya yang sejati adalah ruh. Karena Ketika manusia mati ruh akan pergi menuju alam keabadian, sedangkan jasad akan habis ditanah.
Jasad yang telah Allah SWT pinjamkan ini hanyalah wadah yang akan habis dimakan waktu. Rusak dimakan zaman hancur lebur tak tersisa. Apa yang bisa dibanggakan darinya? Sedikitpun ia nanti tak akan bisa membantu jika kita terjun ke neraka jahanam. (*Rabb, jauhkan kami dari siksa neraka_Mu.aamiin). Dan sesuatu yang mudah rusak hanya bersifat semu, hanya berstandar duniawi saja. Benarkan?
Sedangkan ruh, ia bersifat sejati, tak pernah rusak, ia tak pernah tua, dan ruh bukan laki-laki dan juga bukan perampuan. Susahkah kita memahaminya? Hhm, begitulah hakikat ruh.
Nah, kembali lagi dengan Hadist Rasulullah SAW di atas, mengapa kita harus mengenal diri sendiri baru bisa mengenal Allah SWT?
Yang saya pahami, ruh bersifat sejati dan Allah SWT sudah tentu juga bersifat sejati. Benarkan?
Allah SWT memiliki sifat kesejatian yang mutlak, Dialah yang Maha Sejati. Dan sejati hanya bisa di gapai dengan kesejatian juga, tidak mungkin diraih dengan kesemuan. Dengan kata lain, jika kita ingin mengenal Allah SWT, perkuat ruhiyah kita dengan amalan-amalan yang baik, agar kita memang benar-benar dapat meraih_Nya.
Hhm, kesimpulannya ruh = sejati= akhirat. Jasad = semu = dunia.
Dan tentang wujud Allah SWT jangan kita pertanyakan. Allah SWT tak pernah sama dengan makhluknya. Dan ruh manusia tak akan pernah sama dengan ruh_Nya Allah SWT. Jangan pernah disamakan. Memang kita manusia yang hanya makluk lemah dengan segala keterbatasan tak akan pernah bisa membayangkannya.
Hhm, saya pernah membaca sebuah tulisan.
Dia menjelaskan tentang sebuah Rasa. Rasa sejatinya adalah sesuatu yang gaib.
Ketika kita minum teh, kita akan terasa manisnya teh. Tapi dapatkah kita melihat rasa itu ada berwujud di lidah kita? Tidak. Kita tak akan pernah melihatnya. Yah tidak akan pernah, kita hanya bisa merasakannya.
Begitulah Allah SWT, ia ada. Dan kapan saja. Kemarin,hari ini, besok, atau sampai kapanpun, ia akan tetap ada. Allah SWT bersifat wal awalu wal akhiru, tidak berawal dan tidak berakhir. Yah itulah Allah SWT.
Jadi, jangan prnah berkata Allah SWT hanya sebuah nama. Allah SWT bukan hanya sebuah nama yang terdiri dari alif, lam, lam ha.
Pahamilah kata ‘Allah’ adalah asma atau nama. Dan kita janganlah menyembah nama, tapi sembahlah Dia yang punya nama ‘ALLAH’ itu. Yah ALLAH Tuhan semesta Alam. Dia-lah ALLAH, yang Maha Esa. ALLAH tempat meminta segala sesuatu. ALLAH tidak beranak dan tidak diperanakkan. Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan_Nya.
semoga kita sama-sama terus belajar untuk dapat mengenal Allah SWT dengan baik.
semoga bermanfaat. ^_^
[fastabiqulkhairat]
0 komentar:
Posting Komentar