Tak di pungkiri, dalam perjalanan hidup yang telah kita lalui ini, Tuhan menitipkan banyak rasa. Suka, senang, bahagia, tawa, canda, dan juga tak terlepas dari air mata.
Jika Dr. ‘Aidh al-Qarni menuliskan buku yang berjudul , ‘La tahzan’ , jangan bersedih.
Maka saat ini saya ingin membuat tulisan yang berjudul ‘menangislah..’.
Terkadang banyak di antara kita yang mengatakan mereka yang suka menangis itu adalah mereka yang cengeng dan manja. Menangis karena luka sedikit, menangis karena terjatuh sedikit, menangis karena sakit perut sedikit, menangis karena hal-hal yang sebenarnya tak perlu di tangisi. Yah mungkin ini bisa kita masukkan dalam katagori, menangis karena cengeng.
Terlepas dari maksud di atas, maka saya ingin mengajak anda mengingat kapan anda terakhir menangis?
karena apa anda menangis?
Tak jarang saya temui, terutama di kalangan anak muda, banyak yang menangis untuk sesuatu hal yang tak perlu ditangisi. Misalnya seperti kehilangan, patah hati, di putusin sang pacar, merasa dikhianati dan dibohongi.
Saya selalu bertanya di dalam hati, kenapa untuk hal ini harus ditangisi? Bukankah sebelum bermain api, kita sudah tau bahwa api itu panas dan bisa menghanguskan? Lalu kenapa ia masih saja di mainkan? Jika tidak mau terbakar, berhentilah bermain api.
Apakah air mata yang kita keluarkan hanya untuk dihargai dengan seorang yang tidak halal bagi kita?
sebegitu murah kah air mata mu itu?
jika begitu, berhentilah menangis. Hargailah air mata mu dengan harga lebih yang tinggi. Dengan harga yang mengantarkan mu pada kemuliaan, dengan harga yang tak bisa di beli dengan apapun, air mata yang jatuh karena cinta, rindu, takut dan harap pada pemilik air mata, Tuhan seluruh alam.
Yah menagislah,
Jika terakhir engkau menangis karena dikhianati seseorang yang tak halal bagimu, maka saat ini menangislah karena engkau telah menghianati Tuhanmu.
Jika terakhir engkau menangis karena kehilangan sesuatu, maka saat ini menangislah karena engkau belum kehilangan nafasmu..
Jika terakhir engkau menangis karena sakit hati, maka saat ini menangislah karena hati mu sedang sakit..
Jika terakhir engkau menangis karena dunia yang fana ini, maka saat ini menangislah karena akhirat mu tak tentu kemana akan membawamu..
Menangsilah wahai diri,
Menangislah dengan sepuasnya,
Menangislah karena dosa-dosa yang telah engkau buat,
Menangislah karena banyaknya maksiat,
Menangislah karena legamnya hati,
Menangislah karena takut akan Murka Tuhan,
Menangislah karena takut tak mampu menanggung dosa-dosa..
Menangislah karena takut mati membawa dosa,
Menagislah karena azab_Nya yang sangat perih..
Menangislah, selagi engkau bisa menangis..
Hargailah tangisan mu dengan sesuatu yang bisa mengantarkan mu pada kemuliaan, bukan pada kehinaan..
Menangislah.
Menangis dengan kelembutan hati mu,
Menangislah karena rindu Tuhan mu,
Menangislah karena mengharap cinta Tuhan mu,
Menangislah,
Jika engkau tidak bisa menangis,
Maka itu tanda kerasnya hatimu,
Maka bertaubatlah dan mohon ampunan kepada Tuhan mu,
Jika masih tidak bisa menangis,
Maka menangislah karena ketidakmampuan mu untuk menangis,
Menagislah..
Saya teringat dengan seorang adik yang mendatangi saya dua hari yang lalu, banyak cerita yang ia sampaikan, banyak cerita yang ia utarakan, kegelisahannya, ketakutannya, kekhawatirannya, terhadap dosa-dosa dan kelalaian yang ia sampaikan.
Subhanallah, saya sangat tertegun melihatnya. Bukan karena kelalaiannya, tetapi karena kegelisahannya, kekhawatirannya dan ketakutannya terhadap dosa-dosa yang ia lakukan.
Ia berkata “kak sedari kecil saya suka menangis, dan sampai hari ini, saya tidak bisa tidur, sebelum saya menangis.. menangis karena kelemahan iman ini..”,
Subhanallah..
Berualang kali saya mengagungkan Asma Allah, ketika ia mengutarakan kegelisahannya.
bersyukurlah bagi mereka yang masih di karuniai kegelisahan terhadap dosa-dosa yang ia lakukan,
bersyukurlah terhadap airmata yang turun sepanjang malam,
bersyukurlah Karena kegelisahan itu merupakan suatu karunia Allah SWt, yang tidak semua orang bisa merasakannya, bersyukurlah.
Menangislah,
Saya tertegun ketika membaca sepenggal kisah yang tertulis dalam sirah sahabat,
kala itu ada seorang yang bertanya kepada Abu Hurairah, saat dia sakit, “ wahai Abu Hurairah, mengapa engkau menangis?”
dan Abu Hurairah pun menjawab “Aku bukannya menangisi dunia kalian ini, tetapi aku menangis karena mengingat perjalananku yang masih jauh, sementara bekalnya hanya sedikit, terkadang aku naik dan terkadang turun di atas surga dan neraka, dan aku tidak tau kemana aku akan menuju, ke syurga ataukah ke nereka”,
subhanaAllah..
wahai diri, menagislah..
menagislah,
hisab lah dirimu, sebelum masa penghisaban itu tiba.
Menagislah..
sebelum tangis tak lagi berarti,
sebelum ampun tak lagi di beri,
sebelum diri telah mati.
Dan sebelum Kembali pada keribaan illahi.
#saya teringat dengan sebuah kalimat, saya lupa ini hadist atau bagaimana, kalimatnya berbunyi, tangis seorang pendosa lebih Allah cintai dari pada zikir para ulama.
semoga kita yang masih sering melakukan dosa ini, di berikan kelembutan hati oleh Allah untuk menangisi dosa-dosa yang telah kita lakukan, baik sengaja maupun tidak. Dan berharap dengan begitu berguguran lah dosa-dosa itu. Aamiin ya Robbal’alamin.
#ya Robb.. ampunilah dosa-dosa kami, jangan engkau jadikan dosa-dosa ini sebagai penghalang antara aku dan Engkau. Ya Robb, kemana lagi kami akan memohon ampun, kecuali hanya kepada_Mu.
padang, 17 maret 2013.
00.06 WIB.

0 komentar:
Posting Komentar