Jumat, 08 November 2013 - 0 komentar

DIAM

bismillahirahmanirahim..
malam ini, ingin sekali menuliskan apa yang sedang terbesit, jemariku sudah tak tahan ingin merangkai kata itu. merenung sejenak, haruskah apa yang sedang dirasakan dan dipikirkan diutarakan dan diungkapkan? meski hanya lewat rangkaian kata, tanpa suaraa..
sang otak berfikir lembut, ia menerjemahkan dengan makna yang sulit diungkapkan..
ternyataaa, setelah memahami apa yang sedang dipikir dan dirasa, aku memilih diam. yah diam.
karena untuk hal ini, setelah memakan waktu yang lama untuk mengambil keputusan, akhirnya seluruh pancaindra ku menyepakati bahwa hanya diam yang bisaa membuat aku menjadi pribadi yang lebih baik.
baiklah. DIAM.

0 komentar:

Posting Komentar

SEJARAH HANYA DITULIS DENGAN NUANSA DUA WARNA, HITAM TINTA PARA ULAMA, DAN MERAH DARAH PARA SYUHADA