Rabu, 17 Juli 2013 - 0 komentar

ah, anak macam apa aku ?

Begitulah Ibu selalu begitu..
selalu saja membuat aku menangis,
iya, Ibu selalu saja membuat aku menangis, tetapi aku menangis bukan karena aku di marahi atau karena Ibu tidak mau mengabulkan ingin ku, tetapi karena lagi-lagi Ibu selalu memikirkan keselamatan ku, memikirkan kebahagiaan ku, memikirkan kesenanganku.

hari ini aku menelpon Ibu, mengutarakan semua gundah yang terasa. yah memang selalu begitu, Ibu selalu menjadi teman curhat ku nan paling setia, teman yang selalu setia mendengarkan segala keluh kesahku, dan hanya kepada Ibu semua yang terasa di hati bisa terungkap dengan kejujuran tanpa kebimbingan.

lagi lagi aku menangis, ah anak macam apa aku ? bisanya hanya menangis ketika hati gundah gulana, ketika hati dirudung kecemasan, dan lagi lagi Ibu selalu memberikan solusi yang terbaik untuk ku, meski ku rasa solusi itu bukanlah yang terbaik untuknya, tapi demi anak, semua diberikan dan dikorbankannya.

ah, anak macam apa aku?
di umurku yang sudah tak kecil lagi, aku masih saja menyusahkan dan mengkhawatirkan Ibu.
masih saja aku tak bisa memberikan yang terbaik buat Ibu.
ah, aku benar-benar anak yang tak berguna.
aku selalu memikirkan keinginanku sendiri
aku selalu memikirkan kenyamanan ku saja..

Oh Ibu..
katakan padaku, hatimu terbuat dari apa?
sehingga engkau bisa sehebat ini?
ajarkan padaku bu,
agar hatiku juga seperti hatimu..
aku ingin anak-anak ku kelak juga bangga memiliki aku, sebagai Ibunya.

Bu, Sayang padamu, sungguh.
jika seluruh isi dunia ini bisa digantikan untuk membalas semua kasih sayang dan cinta kasih Ibu kepadaku,
maka demi ALLAH aku akan melakukannya. asal Ibu Ridho dengan apa yang aku lakukan.
tapi  aku tau, jika pun bisa Ibu pasti tidak menginginkannya, karena cinta Ibu tulus dan ikhlas,
dan aku juga tau itu tidak mungkin, karena semua itu belumlah apa-apa jika dibandingkan dengan cintanya kepada ku, dengan airmatanya yang telah mengalir disaat berdoa kepada Allah hanya untuk keselamatanku,
semua belum ada apa-apanya.

Dan aku tau, hanya Allah SWT yang bisa membalas semua cinta Ibu kepada ku dengan cinta_Nya.

oleh karenya, aku berusaha untuk menjadi lebih baik, aku berusaha untuk selalu men-sholehah-kan diriku, agar Allag SWT mencintai Ibu lebih dari Ibu mencintaiku, agar Allah menyanyangi Ibu lebih dari Ibu menyanyangiku, dan agar Allah mengabulkan doa-doaku untuk Ibu, karena Allah sudah berjanji, bahwa doa anak yang sholeh akan dikabulkan. (*ya Robb masukkan aku dalam golongan anak-anak yang sholeh. aamiin)

semoga Allah memberikan kesemptan kepadaku untuk menjaga Ibu, merawat Ibu, menyayangi Ibu sampai ke Syurga. aamiin ya Robb.

(Ya Robbi, Jaga Ibu untuk ku)

Padang, 17 Juli 2013, 8 Ramadhan 1434 H.

0 komentar:

Posting Komentar

SEJARAH HANYA DITULIS DENGAN NUANSA DUA WARNA, HITAM TINTA PARA ULAMA, DAN MERAH DARAH PARA SYUHADA