Senin, 15 Juli 2013 - 0 komentar

duhai adik ku..

Duhai adikku.. 
Dirimu sungguh sangat berharga dimataku, 
jagalah dirimu slalu, 
di manapun engkau berada, 

duhai adikku.. 
Jalan ini memang berat, 
tapi yakinlah kita mampu melewatinya, 
jangan engkau pernah merasa lemah, 
jangan pernah merasa lelah, 
biarkan lelah itu lelah mengusik kita.. 
Biarkan, 
biarkan sampai ia pergi dan tak mudah kembali, 

Duhai adikku, 
jalan ini bukan jalan orang-orang biasa, 
dan segala yang ada di dalamnya juga sangat tidak biasa, 
semua butuh perjuangan, 
semua butuh pengorbanan, 
bangkitkanlah lagi semangatmu, jika memang semangat itu mulai menghilang. 
kuatkan lagi azzam yang pernah terpatri di hati, 
ingat tujuan kita, 
ingat kenapa kita berada di sini, 
ingat untuk apa kita di sini, 

duhai adikku, 
ingatkah engkau? bahwa kita butuh jalan ini, 
yah kita butuh segala yang ada dan segala yang terjadi d idalam jalan ini, 

duhai adikku, 
ingatlah jalan ini bukan jalan yang bertabur wewangian bunga, 
ingatlah jalan ini bukan jalan lurus tiada liku, 
jalan ini penuh dengan onak dan duri yang siap melukai tapak kita, dan kita harus siap terluka karenanya.. 
Biarkan, 
biarkan luka itu yang akan menjadi saksi perjuangan kita, 

duhai adikku, 
sungguh, beruntunglah kita karena terpilih untuk berada disini, 
bersyukurlah, 
dan berpeganglah yang kuat pada jalan ini, agar kita tidak jatuh dan berguguran.. 
Tidakkah engkau ingin merasakan nikmatnya surga itu? 
merasakan nikmatnya bertemu Rasullullah, 
bertamu d iistananya dan menikmati telaga alkautsarnya? 
Tidakkah engkau ingin bertemu dengan bunda khadijah, bunda aisyah, bunda fatimah dll yang sholehah-sholehah itu? bercengkrama bersama mereka.. 
Bukankah itu mimpi kita duhai adikku? 
Ayolah bangkitkan semangatmu, dan kita raih mimpi itu bersama.. 

Duhai adikku, 
sungguh, hatiku begitu menyayangimu.. 
Ku ingin kita bersama merasakan nikmatnya surga itu. 
Semoga. Amiiin.

#berawal dari catatan FB, 19 Maret 2012

0 komentar:

Posting Komentar

SEJARAH HANYA DITULIS DENGAN NUANSA DUA WARNA, HITAM TINTA PARA ULAMA, DAN MERAH DARAH PARA SYUHADA