Selasa, 16 Juli 2013 - 0 komentar

Ya Rasul.. Rindu pada mu..


Ya Rasulullah..
apakah saat ini engkau sedang duduk-duduk senang dengan para anbiya dan semua penghuni di Syurga sana ?
atau engkau tengah khawatir dan meneteskan air mata karena kami..
ya Rasulullah..
benarkah engkau sedang menangis ?
karena apa engkau menangis ?
karena merindukan kami..
atau karena sedih melihat kondisi kami sebagai umat mu seperti saat ini..

tergila-gila pada dunia..
takut pada azab neraka tapi tak berusaha menjauh darinyaa..
menginginkan syurga tapi tak berusaha meraihnyaa..
merasa paling benar ketika diberi sedikit ilmu..
merasa dosa telah diampuni padahal amalan taklah seberapa..
merasa bangga dengan puja puji manusiaa..
merasa tenang dengan kemewahan duniaa..
merasa nyaman ketika menikmati maksiat..
ibadah tidak menjadi kebutuhan..
sedang maksiat menjadi langganan..

Ya Rasul..
maafkan kami..
karena telah menyebabkan air mata mu nan suci menentes terurai..
maafkan kami..
sungguh..
kami mencintai mu..
meskipun cinta kami tak sebesar cinta mu kepada kami,
karena sungguh,
cinta mu kepada kami umat mu, lebih besar daripada cinta kami kepada diri kami sendiri..

Ya  Rasul..
kami merindukan mu..
sangat merindukan mu..
meskipun rindu kami kepada mu tak seindah rindu mu kepada kami..
karena rindu mu kepada kami tak bisa di ungkap dengan hitungan bilang,
sedangkan rindu kami  kepada mu mungkin hanyaa seujung kuku,
dan itu pun mungkin hanya pada mulut dan tulisan-tulisan saja..
tidak pada hati..
tidak dengan air mata..

ya Rasul..
kami rindu pada mu..

ya Robbi..
kelak, izinkan aku bertemu dengan Rasul mu yang mulia..
aku ingin memeluk tubuhnyaa..
ingin mencium tangannyaa..
ingin menatap indah wajahnyaa..
aku jugaa ingin merasakan segarnya air telaga al-kautsar bersama denganyaa..
berkumpul dengan orang-orang sholeh diistananyaa..
tertawa bahagia menikmati Syurgaa..

ya Robbi..
siapalah aku.. yang ingin merasakan semua itu..
amalan ku tak seberapa,
dosa ku tak terhingga
tapi ku mohon, dengan kuasa_Mu ampuni aku..
sehingga dengan itu, aku bisa bertemu dengan Rasul_Mu nan mulia..
aamiin ya Robbal'alamin..

* Padang, 7 Ramadahan  1434 H

0 komentar:

Posting Komentar

SEJARAH HANYA DITULIS DENGAN NUANSA DUA WARNA, HITAM TINTA PARA ULAMA, DAN MERAH DARAH PARA SYUHADA